Erdogan: Normalisasi Hubungan dengan Israel Pengkhianatan Terhadap Shalahuddin

Erdogan menyayangkan sikap sebagian negara Arab yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Baginya itu adalah pengkhiantan terhadap perjuangan Shalahuddin Al-Ayyub, Sang Penakluk Kota Al-Quds.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,04 Oct 2020,12:05 PM

Ankara, SPNA - Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan, mengatakan bahwa menyerahkan Yerusalem kepada Israel merupakan pengkhiantan terhadap Shalahuddin Al-Ayyubi.

Dikutip dari media lokal Palestina, Ramallah, hari ini (Minggu, 04/10/2020), pernyataan tersebut disampaikan dalam Pembukaan sidang legislatif ke-27 Parlemen Turki.

"Shalahuddin adalah salah satu pemimpin yang sangat mencintai Kota Yerusalem. Yerusalem tidak hanya besar di hati umat Islam, tapi juga mempunyai wibawa di depan para musuh." Ucapnya.

Erdogan juga mengatakan bahwa Kota Al-Quds tersebut merupakan amanah besar yang ditinggalkan oleh pendahulu umat Islam. "Ia (Yerusalem) merupakan amanah besar yang ditinggalkan Shalahuddin kepada kita." Jelasnya.

Kritikan Erdogan ini disampaikan menanggapi isu mulai mendekatnya sejumlah negara Arab ke pangkuan Israel. Baginya, jalinan hubungan diplomatik dengan Israel adalah pengkhinatan kepada tokoh besar Islam, Shalahudddin.

"Mereka yang sepakat terhadap rencana Israel untuk menguasai Yerusalem dan tanah Paletina lainnya, serta tidak mengakui hak kedaulatan bagi saudara-saudara kita di Palestina, mereka telah menghina shalahuddin Al-Ayyubi.”

Shalahuddin adalah tokoh besar Islam yang berhasil merebut Kota Yerusalem dari tangan tentara salib. Namanya masih terus diagungkan sebagai semangat warga Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dari Yahudi Israel.

(T.HN/S: Ramallah)

leave a reply
Posting terakhir