Mogok Makan Hingga 76 hari, Kondisi Tahanan Palestina Mengkhawatirkan

Aksi mogok makan yang dilakukan salah satu tahanan Palestina telah memasuki hari ke-76. Kondisinya disebutkan sangat mengkhawatirkan.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,11 Oct 2020,09:03 AM

Gaza, SPNA - Kondisi Kesehatan seorang tahanan Palestina, Mahir Al-Akhras (49 tahun), yang melakukan aksi mogok makan di penjara Israel pada hari yang ke-76, mengkhawatirkan.

Dikutip dari media lokal Palestina, Qudspress, Sabtu (10/10/2020), kondisi terakhir tahanan tersebut dilaporkan "sangat berbahaya."

Komite perlindungan tahanan Palestina dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa otoritas Israel masih terus menahan Mahir di Rumah Sakit Kaplan Medical Center.

Mogok makan tersebut ia dilakukan sebagai aksi protes terhadap Israel yang melakukan penangkapan tanpa ada proses pengadilan.

Penangkapan semacam ini dikenal dengan penangkapan administrasi. Pihak Israel berhak menambah masa tahanan jika dianggap memang perlu untuk alasan proses penyidikan lebih lanjut.

Melalui sang pengacara diketahui bahwa Mahir menolak untuk makan sama sekali. Ia mencoba bertahan hidup hanya dengan meminum air.

Mahir pertama kali ditangkap militer Israel pada tahun 1989, ia sempat menghabiskan masa tahanan selama tujuh tahun ketika itu. Kemudian ia ditangkap kembali pada tahun 2004 selama dua tahun. Dan pada tahun 2009, selama sembilan bulan. Serta pada 2018 selama dua tahun.

Terakhir ia menjadi  tahanan administrasi Israel pada tanggal 27 Juni 2020. Mahkamah Israel kemudian mengeluarkan keputusan final dengan vonis seumur hidup.

(T.HN/S: Qudspress)

leave a reply