Hamdok: AS Mengancam Jalan Transisi Sudan Menuju Demokrasi

Perdana Menteri Sudan Abdullah Hamdok menyebut Amerika Serikat sedang mengancam jalan transisi menuju demokrasi di negaranya, dengan memasukkan Sudan dalam daftar negara yang mensponsori terorisme.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,13 Oct 2020,04:29 PM

Khartoum, SPNA - Perdana Menteri Sudan Abdullah Hamdok pada Ahad (11/10/2020), menyebut Amerika Serikat sedang mengancam jalan transisi menuju demokrasi di negaranya, dengan memasukkan Sudan dalam daftar negara yang mensponsori terorisme.

Dalam wawancara dengan Financial Times, Hamdok mengatakan bahwa tuduhan Amerika tersebut melumpuhkan ekonomi Sudan, sehingga bisa menyebabkan runtuhnya demokrasi bahkan sebelum pemilihan yang dijadwalkan pada 2022.

Dia menganggap tindakan mengasingkan Sudan merupakan perlakuan yang tidak adil, padahal lebih dari dua dekade telah berlalu semenjak deportasi Bin Laden dari Sudan, dan rezim Omar al-Bashir pun telah digulingkan sejak April 2019 lalu.

"Orang Sudan tidak pernah terkait dengan terorisme apapun, rezim sebelumnya yang melakukan itu," sebutnya.

"Mempertahankan Sudan dalam daftar negara yang mensponsori terorisme  mengancam jalan menuju demokrasi," tambahnya. "Kami kini diasingkan oleh dunia. Menghapus kami dari daftar itu akan mengubah keadaan."

(T.NA/S: RT Arabic)

leave a reply
Posting terakhir