Beirut: Kami Tidak Akan Mengakui Israel, Kami Hanya Sedang Bernegosiasi Tentang Demarkasi Perbatasan

"Israel hendaklah mengakui bahwa tanah tersebut bukan milik mereka melainkan hanya diduduki oleh mereka. Berbaik hatilah dan mundur dari tanah kami. Jika nanti tanah itu milik kami maka akan kami ambil hak kami. Jika tanah itu milik Suriah akan kami serahkan kepada Suriah. Yang terpenting sekarang Israel pergi, kembalikan wilayah kami."

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,14 Oct 2020,11:24 AM

Beirut, SPNA - Menteri Luar Negeri Lebanon Charbel Wehbe pada Selasa (13/10) menekankan bahwa Beirut tidak sedang merundingkan kesepakatan untuk mengakui Israel, melainkan tentang demarkasi perbatasan laut.

Dalam sebuah pernyataan pada malam sesi negosiasi pertama antara Lebanon dan Israel tentang demarkasi perbatasan tersebut, Wehbe mengatakan: "Kami tidak akan melakukan normalisasi dan tidak akan menyetujui perjanjian perdamaian. Penataan batas adalah tugas kami dan kami tidak akan membiarkan perbatasan laut kami tidak ditentukan, sehingga Israel dengan mudahnya mencari minyak dan gas di perairan dekat Lebanon. Bahkan bisa saja mereka sudah masuk ke perairan Lebanon. Kita harus mencegah itu, dan kita tetap memiliki hak kita untuk mencari minyak di perairan kita di perbatasan Israel. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas tugas kita untuk membuat batas-batas itu sehingga kita tahu apa yang menjadi milik kita lalu kita manfaatkan. Sedangkan apa yang bukan milik kita, kita tidak akan mengambil apapun dari itu."

Dia menyebutkan bahwa PBB  akan menjadi tuan rumah negosiasi dan menjadikan Amerika Serikat sebagai notulen. Hasil negosiasi ini nantinya akan ditandatangani oleh ketiga negara Lebanon, Israel dan AS. Wehbe menegaskan bahwa AS di sini hadir hanya sebagai moderator, bukan sebagai fasilitator sebagaimana yang diklaim oleh Israel.

"Kami akan bernegosiasi lebih tegas daripada yang dibayangkan musuh. Mereka menganggap bahwa kami adalah negara yang ekonominya hancur dan runtuh, dan negara mereka  ekonominya makmur dan kukuh. Sedangkan bagi saya, saya tekankan bahwa negosiator Lebanon akan jauh lebih keras daripada yang mereka bayangkan, karena kami tidak akan rugi apa-apa."

Menurutnya, perbatasan antara Lebanon dan Suriah juga akan segera digariskan, namun biarlah menjadi pembahasan kedua negara tersebut. Sementara untuk Israel, ia berharap agar Israel segera menarik diri dari Peternakan Shebaa dan perbukitan Kefarshouba.

"Israel hendaklah mengakui bahwa tanah tersebut bukan milik mereka melainkan hanya diduduki oleh mereka. Berbaik hatilah dan mundur dari tanah kami. Jika nanti tanah itu milik kami maka akan kami ambil hak kami. Jika tanah itu milik Suriah akan kami serahkan kepada Suriah. Yang terpenting sekarang Israel pergi, kembalikan wilayah kami."

(T.NA/S: RT Arabic)

leave a reply
Posting terakhir