Israel Berencana Menyita 3.000 Hektar Tanah Palestina di Lembah Yordania

Menurut juru bicara Komisi Perlawanan Permukiman dan Tembok Apartheid Palestina, penyitaan tersebut dilakukan dengan dalih memindahkan tiga waduk alami di daerah tersebut.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,17 Oct 2020,02:27 AM

Tepi Barat, SPNA - Otoritas pendudukan Israel berencana menyita hampir 3.000 hektar tanah Palestina di wilayah utara Lembah Yordania, Tepi Barat yang duduki, guna memperluas permukiman Yahudi, kantor berita Wafa melaporkan.

Lembah Yordania mencakup sekitar sepertiga dari total wilayah Tepi Barat.

Menurut juru bicara Komisi Perlawanan Permukiman dan Tembok Apartheid Palestina, penyitaan tersebut dilakukan dengan dalih memindahkan tiga waduk alami di daerah tersebut.

Qasem Awwad menegaskan bahwa ini hanyalah alasan untuk melayani pembangunan dan perluasan permukiman ilegal.

Ia menjelaskan, sebagian besar lahan yang akan disita terletak di lokasi yang berdekatan dengan permukiman ilegal Rotem, yang didirikan pada 1984 sebagai pos militer sebelum diubah menjadi menjadi permukiman pertanian. Permukiman Maskiyot  dan Mesovah juga terhubung dengan rencana tersebut.

Perjanjian Olso menunjuk 60 persen wilayah Tepi Barat yang diduduki sebagai "Area C" yang sepenuhnya berada dalam kontrol administrasi dan keamanan Israel serta mencakup tanah yang bersangkutan.

Keputusan penyitaan ini terjadi satu bulan setelah Bahrain dan UEA menjalin normalisasi dengan Israel. Normalisasi, oleh Abu Dhabi diklaim sebagai langkah untuk mencegah pencaplokan yang direncanakan negara pendudukan atas sebagaian wilayah Tepi Barat. Namun, bagi Netanyahu, seperti yang diungkapkannya bulan lalu, pencaplokan itu hanyalah ditunda, bukan dibatalkan.

Sekitar 650.000 pemukim Israel tinggal di permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur sejak 1997. Semua permukiman dan pos terdepan Israel adalah ilegal berdasarkan hukum internasional.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir

Israel caplok puluhan hektar lahan warga di Lembah Yordania

Aktivis Palestina, Arif Daraghmeh mengungkapkan bahwa pemerintah Israel mengeluarkan instruksi untuk mencaplok 38 hektar lahan yang mencakup beberapa wilayah di lembah Yordania. Lahan tersebut mencakup sejumlah desa di Tayasur, Tammun dan Tobas.