Suriah: Kami Tidak Menggunakan Senjata Kimia, Bahkan Tidak Memilikinya Lagi

“Suriah menuntut agar negara-negara anggota Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) menolak mempolitisasi sifat teknis organisasi, mencegah dan mengambil sikap tegas terhadap politisasi dalam cacat kotor dalam pekerjaan OPCW. Amerika Serikat, yang mengklaim tertarik pada pengendalian senjata dan non-proliferasi, tapi masih memiliki persediaan senjata kimia yang sangat besar,” tegas al-Ja’fari.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,07 Nov 2020,09:29 AM

Damaskus, SPNA - Delegasi Suriah untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Basyar al-Ja’fari, pada Jumat (06/11/2020), membenarkan bahwa negaranya tidak menggunakan senjata kimia dan tidak lagi memiliki hal tersebut. Menurutnya, Suriah telah berkomitmen untuk bekerja sama dengan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) untuk menyelesaikan masalah serius ini agar catatan tersebut dapat ditutup.

“Meskipun keadaan sulit dilalui Suriah bertahun-tahun yang lalu, negara ini telah berhasil dan terlepas dari tantangan berat yang ditimbulkan oleh organisasi teroris, teroris transnasional dan operator mereka, untuk bekerja sama dengan PBB dan OPCW untuk memenuhi janjinya ke Konvensi Senjata Kimia,” kata al-Ja’fari dalam sebuah pernyataan di depan sidang Dewan Keamanan PBB melalui tautan video.

Menurut al-Ja’fari, pada tahun 2013, Suriah menunjukkan kerja sama dengan OPCW telah mengakibatkan pembuangan seluruh timbunan senjata kimia Suriah dan penghancuran fasilitas produksi hal tersebut. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Misi Gabungan Penghapusan Senjata Kimia, Sigrid Kaag, pada bulan Juni 2014 melalui konfirmasi laporan dokumen yang dikeluarkan Sekretariat Teknis OPCW. Konfirmasi ini diperkuat dengan laporan terbaru bulanan ke-85 yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal OPCW pada 26 Oktober 2020.

“Terlepas dari jaminan tersebut dan meskipun Barat menyaksikan dengan mata perwakilan mereka penghancuran persediaan senjata kimia di Suriah di atas kapal Amerika dan kapal lain milik negara-negara Eropa, beberapa negara anggota tetap berpegang pada sikap bermusuhan dengan Suriah dan berusaha meningkatkan eskalasi dan tekanan politik,” sebut al-Ja’fari.

Al-Ja’fari menambahkan bahwa Suriah saat ini menampung para delegasi ahli dan inspektur independen yang tiba dua hari lalu dan akan tinggal sampai tanggal 24 bulan ini. Para ahli ini bekerja sama sepenuhnya dengan OPCW dan Suriah memberi mereka perlindungan, keamanan dan keselamatan, dan akses masuk tanpa batas ke semua tempat yang ingin mereka periksa. Al-Ja’fari menyatakan bahwa pemeriksaan gelombang ketujuh ini telah dikeluarkan. Sebelumnya, pada laporan keenam, para ahli OPCW mengkonfirmasi bahwa tidak adanya bahan kimia dan aktivitas terlarang.

“Suriah menuntut agar negara-negara anggota Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) menolak mempolitisasi sifat teknis organisasi, mencegah dan mengambil sikap tegas terhadap politisasi dalam cacat kotor dalam pekerjaan OPCW. Amerika Serikat, yang mengklaim tertarik pada pengendalian senjata dan non-proliferasi, tapi masih memiliki persediaan senjata kimia yang sangat besar,” tegas al-Ja’fari.

(T.NA/S: RT Arabic)

leave a reply
Posting terakhir