Negara Teluk Khawatir Kemenangan Joe Biden, Mengapa?

Surat kabar Ibrani mengatakan bahwa pejabat senior di Mesir dan Bahrain telah menyatakan keprihatinan mereka bahwa kemenangan Biden akan mengganggu aliansi regional, yang sekarang sedang dibentuk antara Israel dan negara-negara Arab.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,07 Nov 2020,09:30 AM

Yerusalem, SPNA - Surat kabar Israel, Jumat (06/11/2020), mengatakan bahwa Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir khawatir kandidat dari Partai Demokrat, Joe Biden, akan memenangkan pemilihan presiden AS, sementara Arab Saudi melihatnya sebagai peluang yang dapat mendorong proses normalisasi dengan Israel.

Mengutip Paltoday, bahwa seorang pejabat senior Saudi mengatakan bahwa kemenangan Biden dalam kursi kepresidenan Gedung Putih, dan persetujuannya tentang perjanjian nuklir dengan Iran, dapat mendorong normalisasi antara negara-negara Arab dan Israel.

Pejabat Saudi itu menambahkan, “Jika Biden pergi ke Iran, ini akan membuat kami dan Israel sendirian menghadapi ancaman Iran, tanpa Amerika Serikat dan Eropa. Oleh karena itu aliansi akan bisa diperkuat”.

Seorang pejabat senior Emirat percaya bahwa kemenangan Biden dan penandatanganan perjanjiannya dengan Iran akan memungkinkannya memiliki senjata nuklir dalam waktu singkat dan mengancam stabilitas seluruh kawasan. Menurutnya, ini juga akan memungkinkan Iran untuk terus mendanai organisasi ekstremis, yang akan mengancam pemerintahan di seluruh dunia dan tidak hanya di Timur Tengah.

Perhatian para pejabat di negara-negara tersebut bermula dari para penasihat yang mengelilingi dan berbagi pengambilan keputusan Bersama Biden, bukan dari kebijakan luar negeri kandidat Demokrat.

Surat kabar Ibrani mengatakan bahwa pejabat senior di Mesir dan Bahrain telah menyatakan keprihatinan mereka bahwa kemenangan Biden akan mengganggu aliansi regional, yang sekarang sedang dibentuk antara Israel dan negara-negara Arab.

Surat kabar tersebut juga menyatakan bahwa seorang pejabat senior di Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan: “Kami memiliki kekhawatiran kembalinya Washington ke kesepakatan nuklir Iran akan membuat turunnya kepercayaan negara-negara seperti Sudan, Bahrain, dan Uni Emirat Arab dalam dukungan Amerika”.

(T.NA/S: Paltoday)

leave a reply
Posting terakhir