Israel Tangkap Direktur Pusat Naskah Masjid Al-Aqsa

Penangkapan Radwan Amr merupakan bagian dari serangan Israel yang terus meningkat belakangan ini dengan menargetkan karyawan Masjid Al-Aqsa, terutama dari kalangan khadim dan Departemen Wakaf Islam.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,12 Nov 2020,10:21 AM

Yerusalem, SPNA - Pasukan pendudukan Israel pada Rabu petang (11/11/2020) petang, menangkap warga Yerusalem Radwan Amr, yang merupakan Direktur Pusat Manuskrip dan Naskah di Masjid Al-Aqsa.

Keluarga Amr melaporkan bahwa tentara pendudukan menyerbu rumah Radwan di lingkungan Al-Thawri Yerusalem yang diduduki, dan memporak-porandakannya dengan dalih penggeledahan.

Pasukan pendudukan juga menyita komputer, ponsel, dan sejumlah kertas dan buku dari rumah sebelum membawa pergi Radwan.

Radwan Amr adalah salah satu aktivis Yerusalem yang mengungkap kejahatan pendudukan di Yerusalem, khususnya terhadap Masjid Al-Aqsa. Ibunya, Zeina Amr, adalah seorang guru dan khadim Al-Aqsa. Sementara ayahnya, Dr. Gamal Amr, adalah seorang akademisi dan ahli dalam urusan kota Yerusalem.

Penangkapan Radwan Amr merupakan bagian dari serangan Israel yang terus meningkat belakangan ini dengan menargetkan karyawan Masjid Al-Aqsa, terutama dari kalangan khadim dan Departemen Wakaf Islam.

Di hari yang sama, pasukan pendudukan juga menangkap mantan Menteri Urusan Pendudukan Yerusalem, Ir. Khaled Abu Arafa, setelah dipanggil untuk interogasi oleh badan intelijen.

Beberapa hari yang lalu, otoritas pendudukan mendeportasi Wakil Direktur Wakaf untuk Yerusalem, Sheikh Najeh Bikirat, dari Masjid Al-Aqsa, Kota Tua dan semua jalan menuju ke sana selama 6 bulan.

Direktorat Pendidikan Hukum, Dakwah dan Bimbingan di dekat Bab Al-Silsila juga diserbu dan digeledah oleh pendudukan.

Pendudukan terus-menerus menangkap, mendeportasi dan melecehkan para karyawan dan khadim Al-Aqsa, dengan tujuan menghalangi mereka dari menjalankan tugas mereka; melindungi dan menjaga Masjid Al-Aqsa.

Warga Yerusalem lainnya juga kerap mengalami perlakuan serupa, demi menjauhkan mereka dari Al-Aqsa dan memudahkan rencana pemukiman yahudi.

(T.NA/S: Palinfo)

leave a reply