G77 dan China Minta Israel Segera Tinggalkan Golan dan Wilayah Arab yang Dianeksasi

Para menteri G77 mengutuk langkah-langkah dan praktik yang bertujuan membawa perubahan demografis di Golan Suriah dan wilayah Palestina yang dianeksasi. Para menteri anggota G77 juga menekankan bahwa tindakan sepihak Israel tersebut tidak memiliki dasar hukum dan batal demi hukum, serta harus dihapuskan sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang relevan.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,14 Nov 2020,10:04 AM

New York, SPNA - Kelompok negara G77 dan China, Jumat (13/11/2020), meminta Israel untuk segera melakukan penarikan dari Dataran Tinggi Golan Suriah dan wilayah Arab yang telah dianeksasi Israel.

Dalam pertemuan tahunan ke-44 yang diadakan secara virtual, para menteri luar negeri dari negara-negara anggota kelompok G77 tersebut menyerukan deklarasi menteri yang meminta Israel melakukan penarikan segera dan konkret dari Dataran Tinggi Golan Suriah, wilayah Palestina yang diduduki sejak 4 Juni 1967, dan sisa wilayah Lebanon yang dianeksasi.

Para menteri mengutuk langkah-langkah dan praktik yang bertujuan membawa perubahan demografis di Golan Suriah dan wilayah Palestina yang dianeksasi. Para menteri anggota G77 juga menekankan bahwa tindakan sepihak Israel tersebut tidak memiliki dasar hukum dan batal demi hukum, serta harus dihapuskan sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang relevan.

Para Menteri G77 menegaskan bahwa hak-hak rakyat Palestina dan penduduk Golan Suriah yang dianeksasi tidak dapat dicabut. Hak-hak tersebut termasuk sumber daya alam, sumber daya tanah, air, dan energi.

G77 juga menyerukan kepada Israel, untuk menghentikan segala kegiatan eksploitasi, kerusakan dan perampasan sumber daya tersebut, yang merupakan pelanggaran hukum internasional. Hal ini menurut G77 sangat merusak kemampuan rakyat Palestina dan Golan untuk mengejar proses pembangunan yang berkelanjutan.

Para ,enteri G77 juga memperbarui penolakan terhadap praktek tekanan ekonomi koersif sepihak yang diberlakukan di Suriah telah berdampak negatif pada perkembangan dan kemakmuran rakyat Suriah. G77 menekankan perlu untuk secepatnya mencabut tindakan tersebut.

(T.NA/S: SANA)

leave a reply