Israel Kembali Lancarkan Serangan Udara ke Jalur Gaza

Pasukan Pendudukan Israel (IDF) dilaporkan melancarkan serangkaian serangan udara di wilayah Gaza, Minggu dini hari (15/11).

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,15 Nov 2020,11:49 AM

Jalur Gaza, SPNA – Pasukan Pendudukan Israel (IDF) dilaporkan melancarkan serangkaian serangan udara di wilayah Gaza, Minggu dini hari (15/11).

Dilansir Maannews, IDF melancarkan serangan roket di lokasi cocok tanam kota Rafah bagian timur serta pos Hamas di El-Zaytoun dan  Beit Lahiya tanpa menelan korban jiwa dan luka-luka.

Dalam pernyataan resmi,  IDF mengklaim bahwa serangan tersebut untuk membalas dua roket Hamas yang mendarat di  wilayah Israel.

“2 roket Hamas ditembakkan dari Gaza ke wilayah Israel, Sabtu malam (14/11). Kami lalu melakukan serangan balasan menargetkan infrastruktur bawah tanah dan pos militer Hamas di Jalur Gaza, ‘’ tulis IDF di Twitter.

Sementara itu Menteri Keuangan Israel, Yisrael Katz mengancam  bahwa Israel akan membalas seluruh serangan roket dari Jalur Gaza.

“Pemerintah Israel tidak akan memberikan toleransi atas apa yang dilakukan Hamas dengan melancarkan serangan roket ke wilayah Israel. Kami tak akan tinggal diam dengan serangan Hamas,‘’ tegasnya dalam wawancara dengan radio Israel, Sabtu malam (14/11) seperti dilansir Samanews.

Serangan roket ke wilayah Israel dari Jalur Gaza menimbulkan tanda tanya antara sebagian pejabat tinggi Israel yang memprediksi disebabkan oleh sambaran petir.

Berdasarkan laporan TV7 Israel, kemungkinan roket Hamas lepas dan menyasar wilayah Israel adalah kerusakan teknis akibat sambaran petir yang menghantam wilayah pesisir.

Di saat yang sama surat kabar Maariv mengatakan bahwa pejabat militer tidak mengetahui dengan pasti siapa dibalik serangan roket Hamas. Mereka tidak mengesampingkan kemungkinan adanya malfungsi yang berujung pada penembakan roket.

Komentator militer Israel mengatakan kepada surat kabar, "Tal Lev-Ram," bahwa jawaban atas pertanyaan siapa dibalik serangan roket, tidak berada di tangan Israel maupun Hamas. Hal ini karena menyeret Gaza ke dalam perang adalah tujuan utama Jihad Islam bukan Hamas yang lebih fokus pada perbaikan  ekonomi, menghadapi Covid, serta mendapatkan bantuan Qatar.

Pada tahap ini,  kita hanya dapat bergantung pada spekulasi dan bukan laporan intelejen yang kuat, sehingga terlalu dini untuk menentukan apakah hipotesis tersebut benar.

(T.RS/S:RtArabic)

leave a reply
Posting terakhir