Yordania Kecam Keputusan Israel untuk Perpanjang Waktu Kunjungan Warga Yahudi ke Masjid Al-Aqsa

Kebijakan terbaru Israel menambah waktu kunjungan warga Yahudi ke Masjid Al-Aqsa mendapat kecaman Yordania. Kebijakan itu disebutkan bertentangan dengan Undang-Undang Internasional.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,15 Nov 2020,12:33 PM

Yerusalem, SPNA - Pemerintah Yordania, Sabtu (14/11/2020), mengecam kebijakan terbaru Israel yang memperpanjang waktu kunjungan warga Yahudi ke Masjid Al-Aqsa. Yordania berharap negara dunia dan organisasi internasional memberi "tekanan" terhadap pemerintahan Zionis.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Daif Al-Fayez, dalam sebuah pernyataannya mengatakan, "Kunjungan 'kaum ekstremis' ke masjid Al-Aqsa bertentangan dengan peraturan yang berlaku, sejarah dan Undang-Undang Internasional."

"Penambahan waktu (kunjungan) yang ilegal tersebut bertentangan dengan peraturan yang berlaku." Tambahnya.

Berangkat dari situ, Daif meminta pemerintah Israel untuk segera merevisi kebijakannya, serta menggormati konsensus yang ada.

Dewan wakaf Palestina beberapa waktu lalu melaporkan keinginan Israel untuk menambah waktu kunjungan khusus untuk warga Yahudi ke Masjid Al-Aqsa.

Setelah terjadi perubahan, jadwal kunjungan warga Yahudi berubah menjadi, jam 07:00  pagi sampai jam 10:30, dan dari jam 1.2:30 siang sampai dengan jam 14:00.

Perlu diketahui bahwa Yordania memegang hak istimewa untuk mengurus masjid Al-Aqsa sesuai dengan keputusan PBB. Tugas tersebut kemudian oleh pemerintah Yordania dilimpahkan kepada Badan Wakaf Yerusalem.

(T.HN/S: Qudspress)

leave a reply