Israel Tahan Seorang Wanita Palestina di Pos Pemeriksaan Militer Tepi Barat

Wanita tersebut termasuk di antara 16 warga Palestina yang ditangkap sejak Minggu malam oleh Israel di wilayah pendudukan.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,17 Nov 2020,02:00 AM

Tepi Barat, SPNA - Tentara pendudukan Israel menahan seorang wanita Palestina di pos pemeriksaan militer Tepi Barat, Senin (16/11/2020), kantor berita Wafa melaporkan.

Wanita tersebut termasuk di antara 16 warga Palestina yang ditangkap sejak Minggu malam oleh Israel di wilayah pendudukan, menurut Asosiasi Tahanan Palestina (PPS).

Pasukan pendudukan Israel di pos pemeriksaan Qalandia, utara Yerusalem, melepaskan tembakan untuk menangkap wanita Palestina itu, yang mereka klaim sedang berjalan di jalur yang hanya diperuntukkan bagi mobil.

Tentara segera menutup pos pemeriksaan setelah penangkapan yang mengganggu lalu lintas selama beberapa waktu sebelum membukanya kembali.

Qalandia adalah pos pemeriksaan Israel terbesar di wilayah pendudukan, di mana penumpang Palestina dipaksa untuk menjalani pemeriksaan yang memalukan saat menjalani kehidupan sehari-hari.

Ribuan warga Palestina dari seluruh Tepi Barat yang diduduki harus melalui pos pemeriksaan yang ramai untuk memasuki Yerusalem atau pergi bekerja di Israel, menunggu berjam-jam setiap kali mereka pergi atau kembali.

Kelompok hak asasi manusia Palestina telah lama menuduh pasukan pendudukan Israel menggunakan kekerasan berlebihan terhadap warga Palestina.

Sementara itu, PPS menambahkan bahwa tentara Israel menahan tujuh warga Palestina dari distrik Hebron di selatan Tepi Barat, termasuk seorang remaja lelaki berusia 16 tahun dari kamp pengungsi Arroub, seorang pemuda berusia 18 tahun dari Beit Ummar, dan dua pria bersaudara Sair.

Tentara juga menahan dua warga Palestina lainnya dari desa Kubar di distrik Ramallah dan enam lainnya dari berbagai lingkungan Yerusalem Timur.

Tentara Israel sering melakukan penangkapan di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur yang diduduki, dengan dalih mencari orang Palestina yang "dicari". Anak-anak yang tinggal di Yerusalem Timur yang diduduki adalah yang paling rentan menjadi sasaran, kata PPS. Banyak yang tampaknya menghadapi penangkapan setidaknya sebulan sekali.

PPS mencatat, Israel telah menangkap lebih dari 3.000 warga Palestina sejak awal tahun ini hingga akhir Agustus.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir