Saudi: Kami Tidak Butuh Senjata Jerman

Menteri Luar Negeri Saudi menegaskan, negaranya telah membeli senjata dari negara lain, mencatat dalam konteks ini bahwa embargo Jerman tidak membuat perbedaan terhadap Kerajaan, sembari berkata, "Kami tidak membutuhkan senjata Jerman untuk menghidupkan tentara kami."

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,17 Nov 2020,09:34 AM

Riyadh, SPNA - Menteri Luar Negeri Saudi, Adel Al-Jubeir, menggambarkan larangan ekspor senjata ke negaranya oleh Jerman sebagai sebuah kesalahan, mengingat negaranya sama sekali tidak membutuhkan peralatan militer Jerman.

"Gagasan untuk menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi karena perang Yaman menurut saya tidak masuk akal," kata Al-Jubeir, dalam sebuah wawancara pada Ahad (15/11/2020). "Kami pikir ini adalah kesalahan karena kami menganggap perang di Yaman sebagai perang yang sah. Ini adalah perang yang harus kami lawan. "

Al-Jubeir membenarkan bahwa negaranya telah membeli senjata dari negara lain, mencatat dalam konteks ini bahwa embargo Jerman tidak membuat perbedaan terhadap Kerajaan, sembari berkata, "Kami tidak membutuhkan senjata Jerman untuk menghidupkan tentara kami."

Pada 19 November 2018, Kementerian Ekonomi Jerman mengumumkan bahwa pemerintah negara itu memutuskan untuk menerapkan embargo pasokan senjata ke negara-negara yang berpartisipasi dalam perang Yaman, yang sebelumnya diadopsi tanpa memulai penerapan praktisnya terhadap Arab Saudi.

Berlin telah sepenuhnya menghentikan penerapan semua lisensi yang telah diserahkan kepada perusahaan dan institusi untuk memasok senjata Jerman ke Arab Saudi, dan juga telah mengambil keputusan untuk tidak memberikan lisensi baru di bidang ini.

Keputusan ini muncul akibat pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, yang dikenal karena kritiknya terhadap kepemimpinan Saudi, terutama Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman, pada 2 Oktober 2018, di konsulat negaranya di Istanbul oleh pasukan khusus pembunuh Saudi.

Embargo senjata Jerman di Arab Saudi, yang sebelumnya diperpanjang beberapa kali, akan dibahas lagi dalam beberapa minggu mendatang sebelum tanggal kedaluwarsa pada 31 Desember.

(T.NA/S: RT Arabic)

leave a reply
Posting terakhir