Palestina Tuntut Pengembalian Ratusan Jasad Syuhada yang Dikubur Israel

Salah satunya adalah jasad Bilal Rajabeh yang ditangkap pada 4 November lalu oleh tentara pendudukan dan dieksekusi di pos pemeriksaan Hawara, sebelah selatan Nablus.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,17 Nov 2020,09:36 AM

Ramallah, SPNA - Warga dan perwakilan dari gerakan nasional Palestina pada Senin (17/11/2020), menyeru komunitas internasional dan lembaga hak asasi manusia untuk turun tangan mengambil jasad para syuhada Palestina yang ditahan oleh Israel di kuburan yang tidak diketahui letaknya.

Pada Rabu (04/11/2020), tentara pendudukan menangkap Bilal Rajabeh, dan mengeksekusinya di pos pemeriksaan Hawara, sebelah selatan Nablus. Dia adalah penduduk kota Irak Al-Tayeh, sebelah timur kota.

Para juru bicara pergerakan tersebut menuntut agar jasad Rajabeh segera dikembalikan kepada keluarganya bersama jenazah-jenazah lainnya, menegaskan betapa kejamnya tentara pendudukan yang bukan hanya menzalimi rakyat Palestina ketika masih hidup, namun juga setelah mereka mati.

Dalam statistik terbaru, tercatat bahwa tentara pendudukan menahan sekitar 253 jenazah syuhada Palestina di kuburan bernomor, di mana perlakuan tersebut melanggar hukum internasional. Tentara pendudukan juga menolak untuk mengakui nasib 68 orang hilang, atau mengungkapkan keberadaan mereka.

Sementara itu sejak Oktober 2015, Israel telah menahan lebih dari 250 mayat warga Palestina yang dibunuh atau dieksekusi oleh pasukan pendudukan, dan kebanyakan dari mereka dikembalikan kemudian.

Saat ini Israel disebut terus menahan 63 jasad syuhada Palestina. Menurut kabar yang beredar, mayat tersebut ingin mereka gunakan untuk perundingan pertukaran dengan tahanan Israel yang ditawan perlawanan Palestina.

Dalam pertempuran dahsyat di Jalur Gaza tahun 2014, perlawanan Palestina menangkap sejumlah tentara pendudukan sementara musuh menyerbu wilayah timur, tepatnya di Shejaiya, Rafah dan Beit Hanoun.

(T.NA/S: Paltoday)

leave a reply