Dokumen Rahasia Ungkap Rencana Zionisme Internasional Serahkan Wilayah Maroko ke Tangan Yahudi

Sebuah dokumen rahasia yang bocor mengungkapkan rencana pendiri gerakan Zionis, Theodor Herzl untuk mengambil alih wilayah Maroko lalu menyerahkannya kepada warga Yahudi.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,23 Dec 2020,01:41 AM

Rabat,  SPNA – Sebuah dokumen rahasia yang bocor mengungkapkan rencana pendiri gerakan Zionis, Theodor Herzl untuk mengambil alih wilayah Maroko lalu menyerahkannya kepada warga Yahudi, Surat kabar Maroko Hespress melaporkan, Senin (21/12/2020).

Gagasan tersebut sudah muncul bahkan sebelum migrasi Yahudi ke Palestina.

Sementara surat kabar Israel Yediot Ahronot mencatat bahwa pada tahun 1903 Herzl  mengajukan dokumen rahasia dan misterius terkait migrasi Yahudi Rusia ke Wadi El-Hisan barat daya Maroko.

Program ini bersifat rahasia untuk menggantikan rencana sebelumnya bernama  “Program Uganda Britania”  yang bertujuan menyerahkan sebagian wilayah Afrika Timur untuk Yahudi.

Program Uganda Britania sendiri diajukan oleh Joseph Chamberlain, Sekretaris Kolonial Inggris pada bulan April 1903, namun Herzl menolak proposal tersebut dengan tegas dengan alasan bahwa rakyat Yahudi hanya mendambakan Palestina.

Herzl kemudian mempertimbangkan rencana alternatif yaitu di Wadi El-Hisan. Namun kematian Bapak Zionisme Internasional tersebut membekukan program ini.

Kepala Organisasi Zionsi Internasional Yaakov Hagoel kepada Yediot Ahronot membenarkan rencana migrasi Yahudi ke Maroko.  “Harus dipahami bahwa Herzl adalah sosok  yang pragmatis. Rencana diambil melihat orang-orang Yahudi yang teraniaya terutama di Eropa Timur disamping itu Maroko memiliki komunitas Yahudi yang berkembang,” ungkapnya

(T.RS/S:Maannews)

leave a reply
Posting terakhir
Dokumen rahasia ungkap rencana jahat Israel di Palestina

Dokumen rahasia ungkap rencana jahat Israel di Palestina

Dokumen yang telah 50 tahun dirahasiakan tersebut  berisi laporan terkait usulan para menteri Israel untuk mengurangi populasi warga Palestina di wilayah garis Hijau, Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan cara menekan mereka agar beremigrasi.