Selama Tahun 2020, Israel Hancurkan 729 Bangunan Penduduk Palestina

Kebijakan pemerintahan Israel ini telah membuat 1.006 warga Palestina terlantar.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,05 Jan 2021,04:00 PM

Yerusalem, SPNA - Otoritas pendudukan Israel telah menghancurkan 729 bangunan Palestina selama kurun tahun 2020. Palinfo melaporkan pada Senin (04/01/2021), bahwa pemerintahan pendudukan Israel mengklaim bahwa bangunan tersebut dibangun tanpa izin.

Pusat Informasi Israel untuk Hak Asasi Manusia di Wilayah Pendudukan, B'Tselem, mengatakan bahwa kebijakan pemerintahan Israel tersebut telah membuat 1.006 warga Palestina terlantar, termasuk 519 anak di bawah umur, setelah penghancuran 273 rumah penduduk.

B'Tselem adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Yerusalem dengan tujuan untuk mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah pendudukan Israel, memerangi penolakan terhadap pelanggaran tersebut, dan membantu menciptakan budaya hak asasi manusia di Israel.

Sebuah laporan B'Tselem yang diterbitkan pada Senin (04/01/2021), mengatakan bahwa selama tahun 2020, otoritas pendudukan menghancurkan 456 bangunan untuk keperluan non-permukiman, termasuk fasilitas dan instalasi kemanusiaan penting seperti jaringan air dan listrik.

B'Tselem menambahkan bahwa 27 warga Palestina tewas oleh peluru pendudukan selama setahun terakhir, tujuh di antaranya merupakan anak di bawah umur.

Pusat dokumentasi pelanggaran hak asasi manusia tersebut juga mencatat 248 serangan yang dilakukan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat selama tahun 2020.

Serangan tersebut bervariasi antara serangan fisik dan lemparan batu ke rumah-rumah Palestina dan menargetkan petani atau properti mereka, termasuk juga di antaranya 80 insiden perusakan pohon buah dan tanaman lainnya, yang mengakibatkan kerusakan lebih dari 3.000 pohon.

Menurut B'Tselem, selama tahun 2020, pasukan pendudukan Israel menggerebek desa dan kota Palestina setidaknya sebanyak 3.000, serta menerobos secara paksa tidak kurang dari 2.480 rumah. Selama tahun 2020, pasukan pendudukan Israel mendirikan setidaknya 3.524 pos pemeriksaan mendadak selain yang sudah diperbaiki, di Tepi Barat, dan menangkap setidaknya 2.785 warga Palestina.

(T.NA/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir