Amerika: Kami Tidak Berencana Dirikan Pangkalan di Sahara Barat

“Saya tidak dapat berbicara tentang keputusan ini, saya telah ditunjuk untuk bekerja dalam posisi di bawah pengawasan Menteri Luar Negeri (Mike Pompeo). Setiap pemerintahan memiliki kekuatan untuk menetapkan kebijakan luar negeri dan untuk menentukan inisiatifnya, yang dapat saya katakan adalah bahwa Amerika Serikat masih percaya bahwa negosiasi politik mampu menyelesaikan masalah antara Maroko dan Polisario,” sebut David Schenker.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,09 Jan 2021,11:59 AM


Aljir, SPNA - Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Timur Tengah, David Schenker, pada Kamis (07/01/2021), membantah laporan di surat kabar Maroko dan Aljazair tentang niat Amerika Serikat untuk mendirikan pangkalan di wilayah Sahara.

Mengomentari berita tentang pemindahan markas Afrika angkatan bersenjata Amerika (AFRICOM) ke Sahara, Schenker mengatakan dalam sebuah konferensi pers, di markas besar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Aljazair, “Saya telah melihat artikel di surat kabar Maroko dan Aljazair, yang tidak benar”.

Pejabat Amerika itu melanjutkan, “Saya tidak bisa memutuskan masalah tentang masalah Sahara, dan Amerika tidak berencana untuk mendirikan pangkalan di Sahara Barat”.

Menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan pemerintahan Presiden Joe Biden membalikkan keputusan presiden Donald Trump, David Schenker menjawab bahwa hal tersebut tergantuk kebijakan setiap presiden.

“Saya tidak dapat berbicara tentang keputusan ini, saya telah ditunjuk untuk bekerja dalam posisi di bawah pengawasan Menteri Luar Negeri (Mike Pompeo). Setiap pemerintahan memiliki kekuatan untuk menetapkan kebijakan luar negeri dan untuk menentukan inisiatifnya, yang dapat saya katakan adalah bahwa Amerika Serikat masih percaya bahwa negosiasi politik mampu menyelesaikan masalah antara Maroko dan Polisario,” sebut David Schenker.

Beberapa hari yang lalu, Perdana Menteri Maroko, Saad Eddine El Othmani, membantah adanya niat untuk mendirikan pangkalan militer Amerika di gurun pasir, menyangkal apa yang dikatakan beberapa media.

Pada 10 Desember, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Maroko dan Israel telah mencapai kesepakatan untuk menormalisasi hubungan. Pada hari yang sama, Trump mengumumkan pengakuan negaranya atas kedaulatan Maroko di wilayah Sahara, dan pembukaan konsulat AS di wilayah sengketa antara Rabat dan “Front Polisario”, yang didukung oleh Aljazair.

(T.NA/S: RT Arabic)

leave a reply