Mustafa Barghouti: Kebijakan Vaksinasi Corona Israel Sangat Rasis

Barghouti menyebutkan bahwa pejabat pemerintahan Israel senang karena orang-orang Palestina tidak mendapatkan vaksin selama berberapa bulan ke depan dan mereka berharap virus Corona terus meluas di kalangan penduduk Palestina tanpa mempengaruhi penduduk Israel yang sudah mulai melakukan vaksinasi.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,10 Jan 2021,11:39 AM


Yerusalem, SPNA – Sekretasi Jenderal Gerakan Inisiatif Nasional Palestina, Mustafa Barghouti, Sabtu (09/01/2021), mengatakan  bahwa kebijakan pemerintahan Israel terkait vaksinasi Corona sangat rasis dan bernuansa kriminal.

“Pemerintah ini telah memastikan bertanggung jawab untuk melakukan vaksinasi terhadap identitas Israel, tapi terus mengabaikan kewajibannya sebagai negara pendudukan (di Palestina) berdasarkan konvensi Jenewa dan kesepakatan dengan orang-orang Palestina dengan kewajiban memberikan perlindungan Kesehatan bagi setiap orang yang hidup di bawah pemerintahan pendudukan,” ungkap Mustafa Barghouti.

Barghouti menyebutkan bahwa pejabat pemerintahan Israel senang karena orang-orang Palestina tidak mendapatkan vaksin selama berberapa bulan ke depan dan mereka berharap virus Corona terus meluas di kalangan penduduk Palestina tanpa mempengaruhi penduduk Israel yang sudah mulai melakukan vaksinasi.

“Semua ini menunjukkan niat buruk untuk melakukan pembersihan etnis,” kecam Barghouti.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Kamis (07/01/2021), mempercepat proses pemberian vaksin Corona kepada penduduk Israel yang diprediksi akan selesai pada akhir Maret mendatang.

Menteri Keamanan Israel, Amir Ohana, Jumat (08/01/2021), menegaskan Kembali tidak akan mengubah keputusannya untuk tidak memberikan vaksinasi kepada para tahanan di penjara Israel. Namun, Ohana juga menyampaikan bahwa kemungkinan vaksinasi akan bisa dilakukan terhadap para tahanan setelah pemerintah memvaksinasi seluruh petugas otoritas penjara.

Asosiasi Tahanan Palestina, pada Selasa lalu, mengumumkan bahwa jumlah tahanan Palestina yang terinfeksi virus Corona sejak awal pandemi hingga saat ini sudah mencapai 188 kasus.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan Palestina, Mai Al-kaila, mengatakan belum ada tanggal pasti datangnya vaksin Corona di Palestina. Dalam sebuah pernyataan lain, disebutkan bahwa vaksin Corona akan tiba di Palestina pada kuartal pertama tahun ini.

Mai Al-kaila mengumumkan bahwa penduduk Palestina yang menderita virus Corona sejak awal pandemi sudah mencapai 165.250 kasus, dengan 1.733 korban meninggal dunia dan 147.023 telah sembuh.

(T.NA/S: Paltoday)

leave a reply