Arab Saudi Kecam Rencana Israel Dirikan 800 Unit Permukiman di Tepi Barat

Kementerian Luar Negeri Saudi juga kembali menegaskan  penolakan atas langkah proyek aneksasi yang dilakukan Israel sebagai pelanggaran baru terhadap keputusan legitimasi internasional. Menurut Arab Saudi kegiatan berlawanan dengan undang-undang internasional ini dapat menjadi ancaman terhadap perdamaian dan upaya untuk solusi dua negara.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,13 Jan 2021,10:47 AM

Riyadh, SPNA - Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan penyataan tegas pada Selasa (12/01/2021),  mengutuk keras atas keputusan Israel untuk menyetujui pembentukan 800 unit permukiman baru di tanah-tanah Palestina di Tepi Barat.

Kementerian Luar Negeri Saudi juga kembali menegaskan  penolakan atas langkah proyek aneksasi yang dilakukan Israel sebagai pelanggaran baru terhadap keputusan legitimasi internasional. Menurut Arab Saudi kegiatan berlawanan dengan undang-undang internasional ini dapat menjadi ancaman terhadap perdamaian dan upaya untuk solusi dua negara.

Pada Senin (11/01/2021), pendudukan Israel telah mengumumkan pelaksanaan pembangunan 800 unit baru permukiman bagi Yahudi di Kawasan pendudukan Tepi Barat. Pembangunan ilegal tersebut akan merupakan kelanjutan pembangunan ratusan rumah di Samaria dan Judea.

Sampai saat ini belum ada penentuan tanggal pasti pembangunan 800 unit baru permukiman. Namun, dari sebanyak 800 unit tersebut, 100 di antaranya akan dibangun di Tel Manashe, Tepi Barat.

Pada September 2019 lalu, Uni Eropa juga menegaskan penolakan atas rencana Netanyahu untuk mencaplok Tepi Barat atau  mengubah status perbatasan Palestina pada tahun 1967. Uni Eropa  mengecam pembangunan dan perluasan permukiman Yahudi di Yerusalem Timur. Hal yang sampai saat ini tak pernah didengar pemerintahan pendudukan Israel.

“Permukiman Israel bertentangan dengan hukum internasional. Hal ini dapat merusak solusi dua negara dan perdamaian abadi,” sebut perwakilan Uni Eropa.

(T.NA/S: Paltoday)

leave a reply
Posting terakhir