Uni Eropa: Penyelesaian Perang Yaman akan Mengurangi Ketegangan di Kawasan Teluk

Borrell menekankan bahwa perang Yaman telah menjadi sumber ketidakstabilan di seluruh Kawasan. Ia menekankan perlunya mengambil tindakan tegas untuk mengatasi situasi tersebut, berjanji bahwa Uni Eropa akan terus bekerja melalui “satu-satunya cara untuk mengakhiri krisis ini, yaitu solusi politik untuk mencapai perdamaian dan stabilitas”, dengan kesepakatan antara pihak dan kekuatan yang terlibat.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,10 Feb 2021,11:22 AM

Brussel, SPNA - Komisaris Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Josep Borrell, Selasa (09/02/2021), menegaskan penolakan Uni Eropa untuk mengklasifikasikan Houthi sebagai kelompok teroris dan menunjukkan bahwa penyelesaian perang Yaman akan mengurangi ketegangan di kawasan Teluk.

Borrell mengindikasikan dalam pidatonya di depan Parlemen Eropa, bahwa perang di Yaman telah berlangsung selama hampir enam tahun. Perang ini juga mengakibatkan dampak yang menghancurkan bagi 24 juta orang, yang mewakili 80% dari populasi negara, terlibat dalam perang baik langsung atau secara tidak langsung. Menurutnya, Yaman memerlukan kebutuhan bantuan kemanusiaan mendesak, dengan sekitar 4 juta penduduk mengungsi akibat imbas perang.

Borrell menekankan bahwa perang Yaman telah menjadi sumber ketidakstabilan di seluruh Kawasan. Ia menekankan perlunya mengambil tindakan tegas untuk mengatasi situasi tersebut, berjanji bahwa Uni Eropa akan terus bekerja melalui “satu-satunya cara untuk mengakhiri krisis ini, yaitu solusi politik untuk mencapai perdamaian dan stabilitas”, dengan kesepakatan antara pihak dan kekuatan yang terlibat.

Borrell mencatat bahwa Uni Eropa sepenuhnya mendukung upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa dan utusan khususnya, Martin Griffiths.

Borrell menyatakan penolakan untuk mengklasifikasikan pernyataan pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump bahwa Kelompok Houthi Asharullah sebagai organisasi teroris. Klarifikasi ini akan mengindikasikan bahwa permasalahan ini dapat menyebabkan pemutusan bantuan kemanusiaan ke Yaman karena tidak ada yang berani menentang sanksi AS Kritik dia.

Kepala diplomat Eropa itu juga menyambut baik pemerintahan Presiden AS yang baru, Joe Biden, untuk menghentikan dukungan negaranya terhadap operasi koalisi Arab yang dipimpin Saudi di Yaman. Borrell juga menyatakan keyakinan kemajuan menuju perdamaian di Yaman juga akan membantu dalam menyelesaikan ketegangan di Yaman dan seluruh wilayah Teluk.

(T.NA/S: RT Arabic)

leave a reply