Diduga Merusak Lingkungan, Suplai Minyak dari UAE ke Israel Tuai Kritik

Pakar Israel mengatakan kepada AFP bahwa perjanjian yang akan diberlakukan dalam beberapa bulan mendatang ini mengancam habitat terumbu karang di kota Eilat, pesisir Laut Merah.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,16 Feb 2021,12:40 PM

Tel Aviv, SPNA – Perjanjian perdagangan minyak antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) diprediksi akan menyebabkan kerusakan lingkungan di Laut Merah.

Pakar Israel mengatakan kepada AFP bahwa perjanjian yang akan diberlakukan dalam beberapa bulan mendatang ini mengancam habitat terumbu karang di kota Eilat, pesisir Laut Merah.

Pekan lalu, puluhan aktivis lingkungan melakukan aksi protes menentang perjanjian tersebut. Shmulik Tajar, anggota pendiri “Red Sea Conservation Society” menjelaskan bahwa terumbu karang di sana hanya berjarak 200 meter dari jalur pipa minyak Eilat.

“Kedatangan dua kapal tanker menjadi tiga kali per-minggu, menunjukkan lalu lintas kapal minyak yang akan terus meningkat. Hal ini berdampak buruk terhadap citra kota Eilat yang mempromosikan pariwisata ramah lingkungan. Pariwisata hijau tak bisa dipromosikan bila Anda memiliki kapal tanker minyak di pelabuhan,‘’ kritiknya seperti dikutip Maannews.

Sementara Kepala Departemen Bioteknologi Kelautan di Institut Eilat, itu, Nadav Shashar menjelaskan bahwa terumbu karang di seluruh dunia mengalami pemutihan akibat perubahan iklim.

Hal ini berbeda dengan terumbu karang di Eilat, yang tetap stabil karena ketahanannya yang unik terhadap panas. Sayangnya, habitat mereka terancam karena berdekatan dengan jalur pipa minyak.

Tel Aviv dan Abu Dhabi akhir 2020 lalu menandatangani kesepakatan memasok minyak mentah dari UAE melalui kapal tanker ke pipa di pelabuhan Eilat di Laut Merah. Perjanjian tersebut disepakati pasca normalisasi hubungan antara kedua negara.

Berdasarkan Kesepakatan yang ditandatangani oleh perusahaan Europe Asia Pipeline (EAPC) milik Israel dan MED –RED milik UAE, minyak mentah dari UEA akan diangkut ke Eilat melalui tanker, dari sana di salurkan ke kota Ashkelon untuk diekspor ke Eropa.

(T.RS/S:Maannews)

 

leave a reply
Posting terakhir