Sekjend PBB Menyerukan Seluruh Pasukan Asing Untuk Keluar Dari Libya

Sembilan tahun setelah jatuhnya Muammar Qaddafi, Libya terus berjuang untuk mengakhiri konflik kekerasannya dan membangun institusi negara. Aktor asing telah memperburuk masalah Libya dengan menyalurkan uang dan senjata kepada proksi yang menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan rakyat Libya. Upaya PBB untuk menengahi perdamaian abadi belum berhasil, dibayangi oleh persaingan konferensi perdamaian yang disponsori oleh berbagai pemerintah asing.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,17 Feb 2021,10:48 AM

Tripoli, SPNA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Libya Abdel Hamid Dabaiba dan Ketua Dewan Presiden Libya Muhammad Al-Manfi, menegaskan kembali urgensi keluarnya pasukan asing dan tentara bayaran dari Libya.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stefan Dujarric mengatakan bahwa pembicaraan antara Guterres dengan kedua petinggi negara Libya tersebut merupakan pembicaraan terpisah antara keduanya.

Dujarric menambahkan dalam konferensi pers bahwa Sekretaris Jenderal PBB dalam pembicaraan tersebut mengkonfirmasi kesiapan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mendukung pemilihan di Libya dan memantau gencatan senjata, menekankan perlunya penarikan semua pasukan asing.

Sembilan tahun setelah jatuhnya Muammar Qaddafi, Libya terus berjuang untuk mengakhiri konflik kekerasannya dan membangun institusi negara. Aktor asing telah memperburuk masalah Libya dengan menyalurkan uang dan senjata kepada proksi yang menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan rakyat Libya. Upaya PBB untuk menengahi perdamaian abadi belum berhasil, dibayangi oleh persaingan konferensi perdamaian yang disponsori oleh berbagai pemerintah asing.

Sementara itu, perbatasan Libya semakin melemah, terutama di Fezzan Selatan, di mana perdagangan dan penyelundupan bahan-bahan ilegal terus meningkat, termasuk penyelundupan senjata.

(T.NA/S: RT Arabic)

leave a reply
Posting terakhir