Rusia Sinyalir Bangkitnya Sel Tidur ISIS di Suriah

Dalam pernyataannya di pembukaan pertemuan Astana tentang Suriah di Sochi, Lavrentiev menegaskan bahwa Rusia tidak akan menolerir dan melakukan kesepakatan apapun dengan organisasi teroris ini, dan akan memastikan dengan matanya sendiri untuk menumpas habis segala sel yang ada dari kelompok ini. Ia juga menekankan pentingnya melakukan segala upaya untuk mencegah terpicunya konflik bersenjata, karena itu akan menjadi bencana tidak hanya bagi Suriah, melainkan bagi seluruh negara di Timur Tengah.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,17 Feb 2021,10:49 AM

Sochi, SPNA - Utusan Khusus Presiden Rusia untuk Suriah Alexander Lavrentiev mengatakan pada Selasa (16/02), bahwa Rusia menemukan keberadaan dan pergerakan proses sel-sel tidur organisasi teroris ISIS di Suriah. Ia menunjuk pada eskalasi bentrokan di barat laut Suriah, dan peningkatan aktivitas kelompok radikal yang ditempatkan di sana.

Dalam pernyataannya di pembukaan pertemuan Astana tentang Suriah di Sochi, Lavrentiev menegaskan bahwa Rusia tidak akan menolerir dan melakukan kesepakatan apapun dengan organisasi teroris ini, dan akan memastikan dengan matanya sendiri untuk menumpas habis segala sel yang ada dari kelompok ini. Ia juga menekankan pentingnya melakukan segala upaya untuk mencegah terpicunya konflik bersenjata, karena itu akan menjadi bencana tidak hanya bagi Suriah, melainkan bagi seluruh negara di Timur Tengah.

Dia menyebutkan bahwa pemberantasan terorisme akan menjadi salah satu masalah prioritas yang akan dibahas dalam pertemuan Astana di Sochi.

Disebutkan bahwa pertemuan internasional tersebut akan dihadiri oleh delegasi negara penjamin proses Astana (Rusia, Iran dan Turki), perwakilan pemerintah dan pihak oposisi, negara-negara yang memiliki status pengamat dalam proses Astana (Irak, Lebanon dan Yordania), perwakilan Kemenlu Kazakhstan, serta delegasi PBB yang dipimpin oleh Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Suriah Geir Pedersen.

(T.NA/S: RT Arabic)

leave a reply