Kesepakatan Pertukaran Tawanan dengan Israel Paling Menonjol Masa ke Masa

Menurut (WAFA), pertukaran itu melibatkan Mesir, Yordania, Suriah dan Lebanon. Setiap negara melakukan transaksi secara terpisah, yang terakhir dengan Suriah pada bulan Juni di tahun yang sama. Dalam kesepakatan itu: Ada 156 tentara Israel di tangan Mesir, 673 tentara di tangan Yordania, 4 tentara di Suriah, dan 8 di Lebanon, sementara Israel menahan 1.098 tentara Mesir, 28 Saudi, 25 Sudan, 24 Yaman, 17 Yordania, 36 Lebanon, 57 Suriah, dan 5.021 Palestina.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,18 Feb 2021,02:28 PM

Damaskus, SPNA - Melalui mediasi Rusia, Pemerintah Suriah pada Rabu (17/02/2021), melakukan kesepakatan dengan Israel untuk membebaskan warga Suriah, Nihal Al-Maqt dan Diab Kahmuz, dengan seorang gadis Israel sebagai tebusan.

Kesepakatan pertukaran tawanan tersebut menambah sejarah baru dalam rentetan panjang pertukaran tawanan antara kedua negara semenjak tercetusnya perang tahun 1948.

Di antara kesepakatan terakhir yang terjadi Rabu (17/02/2021) dan pertukaran pertama yang terjadi setelah perang 1948, ada ratusan di antara para tahanan yang telah menghabiskan beberapa dekade di penjara Israel, yang paling masyhur di antaranya adalah Sidqi al-Maqt dari Suriah, yang baru dibebaskan sekitar setahun yang lalu, setelah menghabiskan sekitar 32 tahun sebagai tahanan Israel.

Pertukaran terakhir sebelum ini, terjadi pada bulan April 2019 dengan mediasi Rusia, di mana Israel membebaskan dua tahanan Suriah Zaidan Al-Tawil dan Khamis Ahmed dengan imbalan menyerahkan sisa-sisa jasad prajurit Israel Zacharia Baumel yang tewas dalam pertempuran Sultan Yaqoub tahun 1982 di tangan tentara Suriah di Lebanon.

Kesepakatan itu mencakup Sidqi al-Maqt, yang kembali ditangkap Israel pada 2015; setelah sebelumnya dibebaskan pada 2012, sesudah 27 tahun di penjara.

Namun, pembebasan Al-Maqt ditunda hingga 10 Januari 2020, dan Al-Maqt kemudian mengumumkan bahwa ia menolak tawaran pembebasan bersyarat yang tidak membolehkan ia kembali ke Golan Suriah yang diduduki.

Transaksi Pertukaran Tawanan Paling Menonjol

Menurut arsip Pusat Informasi Nasional Palestina (WAFA), pertukaran pertama antara sejumlah negara Arab dan Israel dimulai pada 27 Februari 1949, ekoran dari Perang Arab - Israel 1948 dan Peristiwa Nakbah; di mana ratusan ribu warga Palestina harus meninggalkan tanah dan rumah mereka secara paksa.

Menurut WAFA, pertukaran itu melibatkan Mesir, Yordania, Suriah dan Lebanon. Setiap negara melakukan transaksi secara terpisah, yang terakhir dengan Suriah pada bulan Juni di tahun yang sama. Dalam kesepakatan itu: Ada 156 tentara Israel di tangan Mesir, 673 tentara di tangan Yordania, 4 tentara di Suriah, dan 8 di Lebanon, sementara Israel menahan 1.098 tentara Mesir, 28 Saudi, 25 Sudan, 24 Yaman, 17 Yordania, 36 Lebanon, 57 Suriah, dan 5.021 Palestina.

Pada bulan Desember 1954, Suriah menangkap lima tentara Israel yang pergi ke Dataran Tinggi Golan dalam sebuah misi khusus, dan salah satunya melakukan bunuh diri di penjaranya di Suriah bernama Uri Ilan. Pada 14/01/1955 jasadnya dikembalikan ke Israel, dan empat lainnya dikembalikan ke Israel pada 30/3/1956. Setelah 15 bulan, Israel membebaskan 41 tahanan Suriah sebagai imbalan.

Pada 21 Desember 1963, proses pertukaran kembali terjadi antara Israel dan Suriah, di mana 11 tentara Israel dan warga sipil dibebaskan dengan imbalan 15 tahanan Suriah.

Pada tahun 1967, Israel membebaskan 572 warga Suriah dengan tebusan pilot dan mayat tiga tentara Israel lainnya.

Setelah Perang Oktober

Pada 6 Maret 1973, Suriah membebaskan 3 pilot Israel setelah ditahan selama tiga tahun, dan Israel membebaskan 46 tahanan Suriah sebagai gantinya.

Selama periode 06/01/1974 sampai 06/06/1974, disepakati beberapa transaksi tawanan di mana Israel membebaskan 392 warga Suriah, 6 Maroko, dan 10 warga Irak sebagai imbalan atas pembebasan Suriah 58 tahanan Israel.

Pada tanggal 26 Juni 1984, Israel mengembalikan tiga tentara dan lima jenazah tentaranya yang telah ditangkap oleh Suriah, dengan imbalan pembebasan 291 tentara Suriah, 85 tahanan Lebanon, 13 tawanan Suriah yang telah ditahan semenjak 1973 dari Golan Suriah yang diduduki, dan 73 tentara dari negara lainnya.

(T.NA/S: RT Arabic)

leave a reply