Pasca Normalisasi, Asosiasi Komunitas Yahudi di Negara Teluk Berdiri

Normalisasi Israel dan beberapa negara Teluk seperti Bahrain dan Uni Emirat Arab, membuka peluang kerja sama antar negara-negara tersebut.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,21 Feb 2021,11:45 AM

Abu Dhabi, SPNA – Normalisasi Israel dan beberapa negara Teluk seperti Bahrain dan Uni Emirat Arab, membuka peluang kerja sama antar negara-negara tersebut serta menguntungkan Israel dan komunitas Yahudi.

Awal Desember lalu, Maksapai Israel Airlines meninggalkan Bandar Udara Internasional Abu Dhabi menuju Tel Aviv. Ini adalah penerbangan langsung pertama dari UAE ke Israel.

Tel Aviv dan Abu Dhabi akhir 2020 lalu juga menandatangani kesepakatan pemasokan minyak mentah dari UAE melalui kapal tanker ke pipa di pelabuhan Eilat di Laut Merah pasca normalisasi hubungan antara kedua negara.

Perjanjian normalisasi Israel dan beberapa negara Teluk juga membuka peluang bagi  imigran Yahudi di negara tersebut mendirikan komunitas induk menampung seluruh imigran Yahudi disana yang bernama “Association of Gulf Jewish Communities”.

Komunitas ini bertugas untuk mengatur kegiatan keagamaan, pendidikan serta menjaga warisan budaya Yahudi bahkan mendirikan pengadilan khusus Yahudi.

Komunitas tersebut didirikan oleh Rabi Eilie Abadie yang berasal dari Aleppo Suriah. Tokoh Yahudi yang dilahirkan di Beirut ini berimigrasi ke New York akibat perang saudara yang meletus di Lebanon.  

Abadie lalu ditugaskan ke Uni Emirat Arab November lalu, untuk berpartisipasi mendirikan komunitas Yahudi di negara Teluk, beberapa bulan setelah normalisasi disepakati.

Komunitas ini memiliki tujuh anggota pengurus yang tersebar di enam negara Teluk. Diantara mereka adalah Houda Nonoo yang sempat menjadi Dubes Bahrain untuk AS.

Nonoo yang ditemui BBC, menjelaskan bahwa komunitas Yahudi dibentuk karena beberapa tokoh Yahudi di negara Teluk ingin agar urusan agama mereka dilaksanakan sesuai tuntunan keyakinan mereka.

Nonoo juga menegaskan bahwa organisasi ini tidak akan masuk ke ranah politik. Agenda lembaga ini hanya berpusat pada aspek sentral yang memudahkan urusan mereka di negara Teluk, diantaranya  mendirikan Mahkamah Yahudi yang bertugas menyelesaikan sengketa di antara warga, mengatur pembagian harta warisan dan aturan agama Yahudi lainnya.

Lembaga ini menerima pendanaan  dari sejumlah donatur, anggota organisasi dan masyarakat Yahudi. Mereka juga memiliki akun media sosial untuk mempublikasi aktivitas mereka.

Menurut BBC, seluruh warga Yahudi di negara Teluk adalah imigran dan tidak ada warga lokal kecuali di  Bahrain. Yahudi lokal disana berasal Iran dan Irak yang datang ke Bahrain di akhir abada ke 19.

Sementara itu populasi Yahudi di negara Teluk  diperkirakan mencapai 1000 orang,  dimana sebagian besar tinggal di Uni Emirat Arab.

(T.RS/S:BBC)

leave a reply
Posting terakhir