Israel Bangun Tembok Garam Raksasa Sepanjang 45 Km di Perbatasan Yordania

Saat ini Israel telah membangun satu kilometer dengan tinggi dari 9 sampai 13 meter. Proyek ini ditaksir memakan waktu selama enam bulan. Bahan yang digunakan adalah sisa limbah garam dari  pabrik kimia potassium tanpa perlu mengeluarkan biaya besar. Proyek ini menuai pujian dari Kepala Staf Angkatan Darat Israel Aviv Kovachi.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,24 Feb 2021,11:37 AM

Al-Quds, SPNA – Pemerintah Israel membangun tembok garam raksasa yang membentang sepanjang 45 km di wilayah Laut Mati, Yordania, Samanews melaporkan, Selasa (23/02/2021).

Dilansir dari Yediot Ahronot pembangunan tembok garam dibangun atas usulan Mayor Jenderal Yoav Mordechai dari Komando Selatan Israel serta bertujuan mencegah masuk penyusup dari Yordania dan Palestina.

Saat ini Israel telah membangun tembok tersebut sepanjang 1 km dengan tinggi dari 9 sampai 13 meter. Proyek ini ditaksir memakan waktu selama enam bulan dan tanpa perlu mengeluarkan biaya besar karena bahan yang digunakan adalah sisa limbah garam dari  pabrik kimia potassium.

Tujuan Politik

Dilain pihak pensiunan militer Mayjen Mamoun Abu Nawar mengatakan bahwa pembangunan tembok tersebut memiliki tujuan politik. “Ini adalah tembok Bar Lev modern”, terangnya seperti dikutip pottal Palestina Samanews.

“Pembangunan tembok memiliki agenda politik seperti menetapkan batas wilayah. Pada dasarnya Israel tidak perlu membangun tembok. Mereka memiliki teknologi canggih ditambah satelit dan alarm untuk mengawasi perbatasan.”

Di saat yang sama Jurnalis Palestina, Daud Kuttab menegaskan bahwa penentuan batas tanpa melibatkan Yordania dan Palestina melanggar Perjanjain Oslo.

Selain itu Israel melanggar arahan dari Gedung Putih yang meminta agar mereka tidak mengambil kebijakan  yang diprediksi dapat menggagalkan negosiasi permanen antara Palestina dan Israel.

Selain persoalan politik tembok garam Israel juga ditaksir dapat meningkatkan zat garam terhadap sumber perarian bawah tanah Yordania.

Beberapa waktu terakhir sugai wilayah Selatan Yordania dilaporkan mengalami peningkatan salinitas yang signifikan serta menyebabkan sebagian besar lingkungan dan tanamannya rusak.

(T.RS/S:Samanews)

leave a reply