Majelis Zikir Bawa Perdamaian  di Zona Rawan Kriminal Afrika Selatan

Pada 2015 lalu, pihak kepolisian menetapkan Manenberg sebagai zona berbahaya. Selama beberapa tahun ambulans tidak diizinkan masuk ke sana sebelum memperoleh izin dari pihak kepolisian. “Namun saat ini, para gangster tersebut justru membantu kami membentangkan sajadah sebelum zikir dimulai,‘’ ujar Syaikh Ishaq.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,02 Mar 2021,12:57 PM

Capetown, SPNA – Sejumlah ulama di Afrika Selatan sejak tiga tahun terakhir menjalakan misi membawa perdamaian antara gangster dan pengedar narkoba di wilayah Manenberg dan beberapa area lainnya di Cape Town melalui Majelis Zikir.

Setiap Kamis malam sejumlah ulama menandatangi wilayah gangster di Cape Town untuk  menggelar agenda zikir bersama dengan membaca Asmaul Husna berulang kali.

Pihak penyelanggara berkata, biasanya 100 sampai 400 orang berpartisipasi  dalam agenda ini. Selama tiga tahun terakhir konflik antar gangster berhenti saat prosesi zikir digelar selama satu jam setengah.

Acara tersebut juga diikuti etnis Asia yang sudah tinggal disana sejak beberapa generas. Mereka memiliki irama zikir yang unik.  Lebih dari itu, beberapa warga Kristen juga turut menghadiri zikir berjamaah yang digelar disana.

Salah satu pelaksana zikir, Syaikh Ishaq berkata bahwa  kriminal tidak akan berakhir di Manenberg, karena Pemerintah tidak serius menangani kasus disana,  namun dialog antar pemimpin komunitas agama dapat menjadi awal yang baik.

“Kriminal tidak mengenal batas antara satu agama dan yang lain,‘’ tuturnya kepada fotografer BBC, Shiraz Mohammad yang mengikuti program tersebut, Kamis (25/02/2021).

Sementara Syaikh Sami’ Nuruddin, penggagas program menyiapkan makanan berat dan manisan dalam jumlah besar untuk dihidangkan kepada jamaah.

2015 lalu, pihak kepolisian menetapkan Manenberg sebagai zona berbahaya. Selama beberapa tahun ambulans tidak diizinkan masuk ke sana sebelum memperoleh izin dari pihak kepolisian.

“Namun saat ini, para gangster tersebut justru membantu kami  membentangkan sajadah sebelum zikir dimulai,‘’ ujar Syaikh Ishaq.

Dia menambahkan,  Majelis Zikir bertujuan mengukuhkan perdamaian dan ketentraman di Manenberg lalu memperkuat kerjasama dengan pihak berwenang demi membebaskan wilayah tersebut dari narkoba dan gangster.

Atas kontribusi positif mereka,  pihak penyelenggara memperoleh penghargaan dari kepolisian Cape Town. Di saat yang sama komunitas Kristen juga merespon baik kegiatan tersebut. Hal ini karena panitia berusaha memperlihatkan nilainilai Islam yang damai dan jauh dari kekerasan

Anak-anak juga dimotivasi untuk  menjauhi pengedar narkoba dengan mengikuti Majelis Zikir..

Setiap pekannya salah satu tokoh berpengaruh baik  secara agama atau  sosial, dipanggil untuk  memberikan ceramah. Kamis kemarin, (25/02) Syaikh Hasan Pandy menyampaikan ceramah tentang pentingnya peran seorang ibu dalam membangun keluarga dan masyarakat.

Para penceramah berupaya menyampaikan nilai-nilai kebaikan dan perdamaian dengan Bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Bahkan tokoh-tokoh Kristen juga diundang sebagai tamu dan memberikan ceramah.

“Majelis Zikir telah menciptakan ketenangan di Manenberg padahal kami baru mengadakannya seminggu sekali. Jika kami mengadakan zikir setiap hari maka pengaruhnya akan lebih besar, namun kami kekurangan logistik, " tambah Syaikh Ishaq.

Manenberg adalah distrik terkenal dengan tindak kriminal, perang antar gangster, pengangguran dan kemiskinan yang didirikan oleh Pemerintah Apharteid yang berkuasa pada tahun 60-an untuk warga berpenghasilan rendah. Populasi penduduk di wilayah ini mencapai 52.000 jiwa, sebagian besar adalah warga Kristen.

(T.RS/S:BBC)

 

leave a reply
Posting terakhir