Organisasi HAM Palestina Serukan Boikot Pengadilan Militer Israel di Wilayah Pendudukan

Oraganisasi ini  menuduh pengadilan telah menjadi alat otoritas pendudukan untuk menekan rakyat Palestina dan tidak menjamin adanya pengadilan yang adil.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,04 Mar 2021,10:42 AM

Ramallah, SPNA – Organisasi hak asasi manusia Palestina, Selasa (02/03/2021), menggelar aksi di depan kamp Militer Israel Ofer dan pusat penahanan di barat Ramallah. Mereka menyerukan boikot terhadap keputusan pengadilan militer Israel.

Oraganisasi tersebut, yang membela hak para tahanan politik Palestina di Israel, menuduh pengadilan telah menjadi alat otoritas pendudukan untuk menekan rakyat Palestina dan tidak menjamin adanya pengadilan yang adil.

“Pengadilan telah menjadi alat bagi otoritas pendudukan untuk memaksakan kontrol dan dominasi yang lebih besar terhadap rakyat Palestina, baik dengan tidak adanya pengadilan yang adil, keputusan yang sewenang-wenang dan penahanan administratif, penangkapan anak-anak, penerapan denda, penyiksaan terhadap tahanan, dan tindak kriminal lainnya yang dilakukan setiap hari,” ungkap Sahar Francis, kepala Asosiasi Dukungan Tahanan dan Hak Asasi Manusia Addameer.

Qaddoura Faris, kepala Masyarakat Tahanan Palestina, mengatakan bahwa boikot terhadap pengadilan (Israel) sangat penting sebab mereka bertanggungjawab atas penindasan terhadap rakyat Palestina, di saat yang sama melegitimasi tindak ilegal otoritas pendudukan. Bebrapa dari tindakan ini bisa dipertimbangkan sebagai kejahatan perang, tuturnya.

Shaawan Jabarin, kepala Al-Haq, mengatakan bahwa waktunya telah tiba untuk sepenuhnya mengekpos pengadilan ini pada level internasional dan menganggap para pemimpinnya sebagai penjahat perang.

(T.RA/S: Wafa News)

leave a reply
Posting terakhir