Menjelang Pemilu Palestina, Israel Takut akan Menangnya Hamas

Saat ini Israel tidak ikut campur dalam pemilihan Palestina meskipun nyatanya laporan-laporan Israel banyak yang mengkonfirmasi intervensinya dengan mencegah aktivis yang berafiliasi dengan Hamas mencalonkan diri dan secara administratif menangkap beberapa dari mereka selama berbulan-bulan hingga setelah pemilihan nantinya.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,13 Mar 2021,03:32 PM

Tel Aviv, SPNA – Surat Kabar Israel Hayom menyatakan pada Jumat (12/03/2021), bahwa Dinas Keamanan Israel takut jika Hamas memenangkan pemilihan legislatif Mei mendatang, dan akan mengendalikan Tepi Barat serta Jalur Gaza.

Koordinator Kegiatan Pemerintah Israel di Wilayah Pendudukan, Camille Abu Rukn, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar berkenaan, bahwa Hamas sangat berambisi untuk memenangkan pemilihan ini, dengan tujuan untuk mengambil balik Yudea dan Samaria (Tepi Barat). Menurutnya Hamas akan melakukan apapun untuk mencapai kursi tersebut.

Menurut Abu Rukn, Israel memperkirakan bahwa Hamas akan mendapatkan 40% suara, dan gerakan Fatah akan mendapatkan 60%, tetapi merujuk pada kesalahan prediksi sebelumnya pada pemilihan 2006, kemungkinan kali ini akan ada kejutan juga.

Dia menambahkan bahwa ini mungkin terjadi bukan karena hebatnya Hamas, melainkan karena ketidaksukaan publik terhadap Otoritas Palestina, serta perpecahan di dalam organisasi Fatah dan Hamas. Hamas menurutnya tidak mendapat dukungan dari mayoritas penduduk, tetapi mereka terorganisir dan memiliki tujuan.

"Kami siap menghadapi skenario apa pun, termasuk kemungkinan meningkatkan terorisme."

Abu Rukn mengklaim bahwa Israel saat ini tidak ikut campur dalam pemilihan Palestina meskipun nyatanya laporan-laporan Israel banyak yang mengkonfirmasi intervensinya dengan mencegah aktivis yang berafiliasi dengan Hamas mencalonkan diri dan secara administratif menangkap beberapa dari mereka selama berbulan-bulan hingga setelah pemilihan nantinya.

Dia menambahkan bahwa jika Hamas menang, Israel tidak akan terus bekerja dengan Otoritas Palestina yang dipimpin oleh Hamas sesuai dengan kesepakatan, dan berkata: "Jika ini terjadi, maka secara otomatis tidak akan ada perangkat dan koordinasi keamanan. Dan nantinya kita akan pertanyakan nilai awal dari kesepakatan ini.”

Sementara itu, analis militer di surat kabar Haaretz, Amos Harel, mengatakan, "Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, belum menanggapi peringatan Israel tentang kemungkinan menangnya Hamas dan secara bertahap mengambil kendali wilayah Otoritas Palestina di Tepi Barat."

(T.NA/S: RT Arabic)

leave a reply