Terkait Krisis Hubungan dengan Yordania, Israel Keluarkan Keputusan Baru

Yordania telah menetapkan syarat bahwa Shin Bet (Keamanan Umum Israel) dan polisi tidak menemani Emir saat memasuki Al-Aqsa, dan Israel tidak menghormati itu.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,13 Mar 2021,03:51 PM

Tel Aviv, SPNA – Otoritas Israel pada Jumat (12/03/2021) mengeluarkan keputusan baru terkait krisis hubungan dengan Yordania pasca pembatalan kunjungan Putra Makhota Hussein bin Abdullah ke Al-Aqsa akibat perselisihannya dengan Israel.

Saluran resmi KAN mengatakan, "Mengingat insiden diplomatik dengan Yordania yang menyebabkan pembatalan kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke UEA, pemerintah Israel akhirnya setuju untuk memasukkan pekerja Yordania ke wilayahnya."

"Israel mengumumkan langkah untuk menyelesaikan perselisihan antara kedua negara dengan mengizinkan masuknya 700 pekerja Yordania yang bekerja di sektor perhotelan di Eilat."

Pekerja Yordania akan menjalani pemeriksaan Corona, dan dikarantina hingga hasil tes keluar, sebelum mereka diizinkan bekerja di hotel-hotel di kota yang terletak di pantai Laut Merah di Israel selatan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membatalkan kunjungannya ke Emirates pada Kamis (11/03/2021), karena kesulitan dalam mengoordinasikan penerbangannya melalui wilayah udara Yordania.

Pembatalan kunjungan ke UEA ini terjadi sehari setelah Putra Mahkota Yordania, Pangeran Hussein, membatalkan kunjungannya ke Masjid Al-Aqsa pada Rabu malam (10/03), ke Masjid Al-Aqsa, di bawah pengawasan Hashemite, pada menit terakhir, setelah berselisih dengan otoritas Israel terkait pengaturan keamanan.

KAN TV mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya di Departemen Wakaf Islam di Yerusalem, mengatakan bahwa Israel telah melanggar perjanjian dengan pihak Yordania yang menetapkan masuknya Pangeran Hussein ke Temple Mount tanpa disertai oleh pasukan Israel.

"Yordania telah menetapkan syarat bahwa penjaga Shin Bet (Keamanan Umum Israel) dan polisi tidak menemani Emir saat memasuki Al-Aqsa, dan Israel tidak menghormati itu."

(T.NA/S: Loma Zoma)

leave a reply
Posting terakhir