Badan Pusat Statistik Palestina: Hanya 4% Rumah Tangga di Gaza yang Bisa Mengakses Air Bersih

Kontrol Israel atas Sungai Yordan dan Laut Mati menjadi salah satu sebab krisis air di Palestina.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,22 Mar 2021,08:44 AM

Ramallah, SPNA - Sebuah studi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Palestina (PCBS) dan Otoritas Pengairan Palestina menunjukkan bahwa hanya 4% dari rumah tangga di Jalur Gaza yang bisa mengakses air yang dikelola dengan aman, sementara wilayah lainnya mencapai 39%, WAFA melaporkan pada Minggu (21/03/2021).

Di Tepi Barat, studi tersebut menunjukkan bahwa 66,2 % rumah tangga memiliki akses ke air yang aman.

Jumlah Konsumsi Air Harian per Kapita Kurang dari Standar yang Ditetapkan Secara Internasional

Jumlah konsumsi air harian per kapita untuk keperluan rumah tangga di Palestina adalah 81,9 liter/kapita/hari: 85,6 liter/kapita/hari di Tepi Barat, sementara 77 liter/kapita/hari di Jalur Gaza pada tahun 2019. Akibat pertumbuhan penduduk, dan tingginya pencemaran air di Jalur Gaza, serta menghitung jumlah yang layak dikonsumsi manusia dari jumlah yang tersedia, pangsa air bersih per kapita hanya mencapai 22,4 liter/kapita/hari.

Lebih dari 97% Air yang Dipompa dari Akuifer Pesisir Tidak Memenuhi Standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Pada 2019, jumlah air di Jalur Gaza yang diekstraksi dari pantai untuk keperluan rumah tangga adalah 187,6 juta meter kubik (MCM). Namun, jumlah ini diperoleh melalui pemompaan yang tidak aman, yang membahayakan keberlangsungan sumber air tersebut. Sebab, hasil berkelanjutan di cekungan tidak boleh melebihi 50-60 MCM setahun.

Lebih dari 90% air yang dipompa dari ekuifer pantai di Jalur Gaza tidak memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sehingga menyebabkan penipisan cadangan air tanah, di mana level permukaan air tanah di akuifer pantai mencapai 19 meter di bawah permukaan laut.

Kontrol Israel atas Sungai Yordan dan Laut Mati adalah Alasan Utama Tidak Digunakannya Air Permukaan

Data menunjukkan bahwa persentase eksploitasi air permukaan dan air bawah tanah dari air yang tersedia pada tahun 2019 tergolong tinggi, yaitu mencapai 79%. Perlu dicatat bahwa pendudukan Israel mencegah warga Palestina untuk mengakses dan mengambil air dari Sungai Yordan sejak tahun 1967, yang diperkirakan kapasitasnya mencapai 250 MCM

Di sisi lain, jumlah air pompa dari sumur-sumur Palestina di Tepi Barat pada 2019 adalah 101.3 MCM dari Akuifer Timur, Akuife rBarat dan Akuifer Timur Lait.

Sebanyak 20 % Air yang Tersedia di Palestina Harus Dibeli dari Perusahaan Israel "Mekorot"

Dengan kelangkaan dan pembatasan yang dilakukan Israel untuk mengakses sumber air, kota-kota Palestina harus membeli air dari perusahaan Israel “Mekorot”. Di tahun 2019, mereka membeli 84.2 MCM, yang mewakili 20% air yang tersedia di Palestina (417.9 MCM). Selain itu, 40.6 MCM air dihasilkan dari mata air Palestina, sementara 289 MCM dipompa dari sumber air bawah tanah dan air minum desalinasi sebesar 4.1 MCM.

Dengan mengurangi 45.5% persediaan air untuk warga Palestina yang tidak layak dikonsumsi manusia dan menghubungkannya dengan jumlah air yang tersebar di Jalur Gaza, maka kuantitas air yang layak digunakan untuk keperluan rumah tangga bagi warga Palestina hanya sebesar 219.8 MCM, termasuk yang dibeli dan desalinasi.

(T.RA/S: WAFA)

leave a reply
Posting terakhir