Pemerintah Turki Tuntut Israel Batalkan Rencana Pengggusuran Warga Palestina dan Memvaksin Tahanan yang Mendekam di Penjara

Ketua Parlemen Turki Mustafa Şentop menuntut Israel agar memvaksin tahanan Palestina yang mendekam di penjara serta membatalkan rencana penggusuran terhadap warga Palestina.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,25 Mar 2021,10:41 AM

Ankara, SPNA – Ketua Parlemen Turki Mustafa Şentop menuntut Israel agar memvaksin  tahanan Palestina yang mendekam di penjara Israel serta membatalkan rencana penggusuran rumah warga Palestina.

“Vaksinasi terhadap tahanan Palestina di Israel adalah tuntutan kemanusiaan,” tulis Mustafa Şentop melalui surat yang dilayangkan kepada Yarif Levin, Ketua Parlemen Israel.

Sebelumnya, Şentop juga mengkritisi rencana Israel yang berniat menggusur perumahaan Palestina yang terletak di Syaikh Jarrah, di provinsi Al-Quds.

“Keputusan Israel untuk menggusur dan menyita perumahaan Palestina merupakan contoh lain dari pelanggaran hukum internasional. Hal ini dengan jelas membuktikan bahwa Israel berniat memperkuat cengkraman pendudukan terhadap Palestina, daripada perjanjian damai, ‘’ tegasnya, seperti dilansir RT Arabic, Kamis (25/03/2021).

Di saat yang sama pemerintah Amerika Serikat melalui Kementerian Luar Negeri mengkritik kebijakan penggusuran terhadap permukiman Palestina di Lingkungan Syaikh Jarrah di Al-Quds oleh Israel.

“Kami yakin bahwa penting bagi Israel dan Pemerintah Palestina untuk tidak mengambil tindakan sepihak yang dapat menyebabkan meningkatnya ketegangan dan menghalangi terwujudnya solusi dua negara,” ujar Galina Porter, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, dalam konferensi pers seperti dilansir RT Arabic, Rabu (24/03/2021).

“Diantara langkah yang menghambat solusi dua negara adalah aneksasi dan pencaplokan wilayah Palestina disusul penggusuran terhadap kediaman mereka.”

Hal ini disampaikan Gedung Putih menyusul rencana Israel untuk menggusur 200 perumahan Palestina di lingkungan Syaikh Jarrah, Al-Quds, sebuah langkah yang menyebabkan ribuan warga Palestina menjadi tunawisma.

Syaikh Jarrah adalah lingkungan Palestian yang terletak di Al-Quds bagian timur yang diduduki Israel.  Nama Jarrah sendiri diambil dari nama seorang dokter Salahuddin al-Ayyubi bernama Husamuddin bin Syarafuddin Isa al-Jarrahi.

Wilayah ini didirikan tahun 1956 berdasarkan kesepakatan antara UNRWA dan Yordania.  Lingkungan Syaikh Jarrah terancam akan menghadapi penggusuran massal oleh Israel demi membangun permukiman dan hunian Yahudi yang ilegal berdasarkan hukum internasional.

(T.RS/S:RT Arabic)

leave a reply
Posting terakhir