Dukung Perjanjian Damai, Beijing Buka Dialog antara Palestina dan Israel

Beijing berencana mengundang tokoh-tokoh Palestina dan Israel untuk bertemu guna membahas negosiasi damai antar dua negara serta mewujudukan stabilitas dan keamanan di Timur Tengah.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,25 Mar 2021,10:43 AM

Riyadh, SPNA – Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi menyatakan bahwa Beijing berencana menjadi mediator untuk Palestina dan Israel.

Wang Yi yang tiba di Riyadh pada Rabu (24/03/3021) dalam kunjungan ke Timur Tengah menyatakan bahwa Beijing berencana mengundang tokoh-tokoh Palestina dan Israel untuk bertemu guna membahas negosiasi damai antar dua negara serta mewujudukan stabilitas dan keamanan di Timur Tengah.

Beberapa kali pula Pemerintah Palestina telah menyerukan Beijing untuk berpartisipasi menjadi mediasi antara Palestina dan Israel demi mengakhiri konflik berkepanjangan .

Sebelumnya Kuartet Internasional untuk Timur Tengah juga menyerukan dimulainya kembali negosiasi damai antara Palestina dan Israel.  

Dalam sidang tersebut, Palestina dan Israel diminta untuk tidak mengambil tindakan sepihak yang mempersulit penerapan solusi dua negara dengan memperluas hunian ilegal di Tepi Barat.

Sejak 1967, Israel menduduki Tepi Barat dan Al-Quds Timur dimana sebanyak 3.1 juta warga Palestina hidup berdampingan dengan 675.000 penduduk Yahudi yang tinggal di permukiman ilegal berdasarkan hukum internasional.

Beberapa tahun terakhir, pemerintah sayap kanan Israel yang dipimpin PM Netanyahu melakukan ekspansi permukiman ilegal besar-besaran melalui dukungan Mantan Presiden AS, Donald Trump.

Sejak menjabat sejak 2017 silam Trump memberikan dukungan besar terhadap Israel dengan mengakui Al-Quds ibukota Israel serta merelokasi kedubes Israel ke sana, dan mendukung ekspansi hunian Yahudi.

Namun Presiden Amerika Serikat yang baru dilantik, Joe Biden, justru mengkritik keras hunian Israel serta berjanji untuk mendukung pendirian negara Palestina.

(T.RS/S:RT Arabic)

leave a reply
Posting terakhir

Mahmud Abbas buka kesempatan dialog dengan Israel

Di tengah krisis ekonomi yang dihadapi Palestina saat ini, Mahmud Abbas akhirnya buka kesempatan dialog dengan Israel. Dengan syarat Israel mengembalikan semua bea cukai perbatasan milik Pemerintahan Palestina.