Pasukan dan Pemukim Israel Menyerbu 2 Situs Arkeologi di Tepi Barat

Sebastia dan As-Samu adalah dua kota Palestina sarat sejarah yang kerap menjadi sasaran pemukim Israel.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,31 Mar 2021,02:06 PM

Tepi Barat, SPNA - Pasukan Israel, Rabu (31/03/2021), menutup situs arkeologi Sebastia, di utara kota Nablus, Tepi Barat yang diduduki. Ini adalah penutupan hari kedua secara berturut-turut dalam rangka persiapan penyusupan para pemukim, sumber-sumber lokal mengungkapkan.

Walikota Sebastia, Mohammad Azem, mengatakan kepada WAFA bahwa tentara Israel dalam jumlah besar menyerbu kota dan menutup situs tersebut, mencegah orang Palestina mengaksesnya, karena puluhan pemukim memaksa masuk ke situs tersebut.

Terletak 11 kilometer di barat laut Nablus, Sebastia adalah kota kecil sarat sejarah yang terletak di atas bukit. Dihuni sekitar 3.000 populasi Palestina, kota ini menyajikan panorama Tepi Barat yang sangat memukau.

Sebuah permukiman terkemuka selama Zaman Besi serta era Helenistik dan Romawi, kota ini mencakup amfiteater Romawi, kuil, gereja Bizantium dan tentara salib, yang didedikasikan untuk Yohanes Pembastis. Terdapat pula sebuah masjid yang dibangun untuk menghormati Nabi Yahya AS.

Israel telah berusaha untuk mengambil alih kota, yang telah menjadi situs konflik budaya yang memanas. Negara pendudukan ini juga mencegah Otoritas Palestina melakukan pekerjaan restorasi di situs tersebut, melarang menyediakan layanan wisata kepada pengunjung dari seluruh dunia, dan mencuri barang antik darinya.

Warga Palestina mengeluh bahwa pemukim Israel telah berulang kali menyerang kota dan memagari bagian-bagian barang antiknya, tempat mereka mengadakan ritual keagamaan.

Sebanyak 12 dunum dari area arkeologi terletak di dalam area (B), yang dikendalikan oleh militer Israel dan otoritas administratif Palestina, sementara bagian lain dari area tersebut terletak di dalam area (C), yang berada di bawah kendali administrasi dan militer Israel sepenuhnya.

Pemilik restoran dan hotel mengeluhkan tindakan Israel di kota sebab banyak menyebabkan kerusakan parah dan kerugian bagi mereka.

Di hari yang sama, pemukim Israel menyerbu sebuah situs arkeologi di kota As-Samu, selatan kota Hebron, Tepi Barat yang diduduki.

Sumber-sumber lokal menuturkan bahwa puluhan pemukim, di bawah perlindungan militer, memaksa masuk ke situs kuno zaman Romawi, yang dikenal sebagai al-Burj.

Situs ini sering menjadi sasaran gangguan dan kunjungan pemukim Israel, terutama selama hari libur Yahudi.

Israel menggunakan nama nasionalis Yahudi "Yudea dan Samaria" untuk merujuk pada Tepi Barat yang diduduki guna memperkuat klaim palsu atas wilayah tersebut dan menutupi legitimasi historis dan religius yang sebenarnya.

Ada lebih dari 700.000 pemukim Israel yang tinggal di permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

(T.RA/S: WAFA)

 

leave a reply
Posting terakhir

Laporan: Israel Menjarah Ribuan Situs Arkeologi Palestina

Dirjen Lembaga  Perlindungan Peninggalan Sejarah Palestina, Kementerian Pariwisata, Salih Tawafsheh mengatakan bahwa sejak 1967,  otoritas pendudukan Israel telah menerapkan kebijakan sistematis  untuk  mencuri dan menjarah peninggalan milik bangsa sejarah Palestina.