Mohamed Bazoum Dikukuhkan sebagai Presiden Baru Republik Niger

Dalam sejarahnya, peristiwa ini tercatat sebagai peralihan kekuasaan pertama yang berjalan damai antara presiden terpilih dengan presiden demisioner.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,03 Apr 2021,05:44 PM

Niamey, SPNA - Mohamed Bazoum terpilih menjadi Presiden Republik Niger pada Jumat (02/04/2021) setelah berhasil memenangkan pemilihan presiden bulan Februari lalu, sekaligus mengakhiri dua periode masa kepemimpinan presiden sebelumnya, Mohamed Issoufou.

Upacara pelantikan Bazoum berlangsung selama dua hari terhitung setelah deklarasi upaya pengagalan kudeta militer yang bertujuan merusak demokrasi dan supremasi hukum yang baru saja tumbuh di negara tersebut.

Dalam sejarahnya, peristiwa ini tercatat sebagai peralihan kekuasaan pertama yang berjalan damai antara presiden terpilih dengan presiden demisioner. Sejumlah kepala negara Afrika dijadwalkan hadir pada hari tersebut di Kota Niamey.

Sebagai negara yang dikenal banyak terjadi kudeta, peristiwa pengalihan kekuasaan antara Issoufou kepada Bazoum merupakan peristiwa pergantian presiden pertama yang sah terpilih secara demokratis.  

Perancis akan diwakili oleh menteri luar negerinya, Jean-Yves Le Drian. Negara tersebut merupakan mitra terhormat dalam memberantas para jihadis di negara-negara kawasan Afrika Sahel, Republik Niger merupakan salah satu dari negara kawasan tersebut.

Bazoum (61 tahun) terpilih pada putaran kedua pemilihan presiden yang berlangsung pada 21 Februari silam dan memperoleh 55% suara mengalahkan lawan politiknya Mahaman Othman yang pernah menjabat sebagai presiden, beliau tidak mengakui kekalahannya dan hendak menyerukan demonstrasi damai.

(T.NA/S: RT Arabic)

leave a reply