Azerbaijan Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Netanyahu dan Erdogan

[Azerbaijan dilaporkan siap turun tangan untuk memperbaiki keretakan hubungan antara Turki dan Israel. Negara Api tersebut menyebutkan bersedia menjadi tuan rumah untuk pertemuan antara Netanyahu dan Erdogan.  ]

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,27 Apr 2021,12:05 PM

Tel Aviv, SPNA - Penasihat Kebijakan Luar Negeri Presiden Azerbaijan, Hikmet Hajiyev, mengungkapkan penghormatan besarnya untuk negara dan warga Israel. Ia juga mengatakan bahwa Baku memegang peranan penting dalam usaha perbaikan hubungan antara negara Yahudi itu dengan Turki.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara eksklusifnya dengan  salah satu media Israel, Israel Hayoum.

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Ilham Aliyev punya keinginan untuk mengadakan pertemuan regional yang akan mempertemukan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Presiden Turki Recep Yattib Erdogan. Hal itu ditujukan demi menutup jurang pertikaian antara kedua negara itu.

"Hubungan Azerbaijan-Israel sangat jelas jika kita memahami sejarah dengan benar." Ucap Hikmet dikutip dari media Israel i24news.tv, Senin (26/04/2021).

Ia juga menegaskan bahwa di sana terdapat pihak yang ingin merusak hubungan antara Azerbaijan dengan Israel.

"Dalam banyak kesempatan terdapat banyak pihak yang ingin menodai hubungan antara kita. Namun kepentingan warga Yahudi yang ada di seluruh dunia mengharuskan adanya hubungan yang baik dengan Azerbaijan." Tambahnya.

(T.HN/S: i24news)

leave a reply
Posting terakhir

Paris jadi tuan rumah pertemuan puncak ekonomi PA-Israel

Paris, SPNA - Presiden Perancis Emanuel Macron pada hari Kamis mengadakan pertemuan puncak ekonomi Palestina-Israel di Istana Alethea, Paris, yang bertujuan untuk memperkuat kerjasama ekonomi bersama dan menjaga stabilitas di wilayah tersebut.

Lebanon Tolak Jadi Tuan Rumah Pertemuan Faksi Palestina

Perwakilan Gerakan Jihad Islam di Lebanon Ihsan Ataya mengatakan bahwa Duta Besar Palestina untuk Lebanon secara resmi telah menyampaikan permintaan maaf pemerintah Lebanon atas ketidaksanggupan tersebut. Pertemuan yang bertujuan untuk membahas perkembangan masalah Palestina itu seharusnya berlangsung di Kedubes Palestina di Beirut, menurut Ataya.