53 KRU KRI NANGGALA-402 GUGUR, RATUSAN MUSLIM PALESTINA SERENTAK BERKUMPUL GELAR SHALAT GHAIB DAN DOA-NPC

Nusantara Palestina Center (NPC) mengkoordinasi pelaksanaan shalat Ghaib di Gaza untuk korban yang gugur dalam tenggelamnya kapal selam KRI NANGGALA-402.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,28 Apr 2021,10:48 AM

Gaza, SPNA - “Satu persatu jemaah menghampiri saya, dengan penuh duka mereka menyampaikan belasungkawa atas nama pribadi dan masyarakat Palestina,” tutur Bang Onim.

Duka mendalam menyelimuti Indonesia atas musibah menimpa anak bangsa yang sedang bertugas menjaga batas wilayah negara Indonesia. Tenggelamnya kapal selam KRI NANGGALA-402 mengantarkan gugurnya 53 patriot bangsa, pertaruhkan jiwa dan raga mereka demi menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia.

Pada Ahad, 25 April 2021, “Telepon saya bordering. Sebuah suara menyampaikan bela sungkawa atas musibah yang menimpa prajurit kebanggaan negara Indonesia, tenggalamnya kapal selam KRI NANGGALA – 402. Pemilik suara adalah seorang ulama senior di Palestina. Beliau pun menyampaikan segera berkoordinasi untuk mengadakan shalat Ghaib dan doa bersama, sebagai bentuk solidaritas muslim di Palestina, dan rasa duka mendalam atas musibah tersebut,” kisah Bang Onim.

Lepas Ashar di Madrasah lil Banat kota Jabalia Gaza Utara, Palestina, dikoordinir oleh tim Nusantara Palestina Center (NPC) di Palestina, ratusan warga mulai berkumpul. Pria maupun wanita, anak-anak maupun dewasa, guru dan ulama serta tim media dan para penghafal Al-qur’an, turut hadir dalam shalat Ghaib tersebut. Semua ini sebab duka cita, solidaritas, dan wujud cinta mereka terhadap rakyat dan negara Indonesia.

 

 

 

 

DR.Emad Maqat (dosen pasca sarjana jurusan fiqih dan hadits), bertindak sebagai imam shlat dan menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut. “Kita hadir disini dalam rangka shalat Ghaib dan berdoa. Kita semua turut berdua cita atas musibah yang menimpa saudara kita di Indonesia, negara yang selalu berada dengan rakyat Palestina, Semoga 53 prajurit yang gugur ditempatkan di surga bersama para Anbiya, diterima amal kebaikan dan dimaafkan semua dosa. Kita yakin bahwa barang siapa yang wafat akibat tenggelam maka termasuk golongan yang gugur dalam kesyahidan, Mari kita tundukkan hati, dengan khuyuk mendoakan arwah para pahlawan kapal selam KRI NANGGALA-402,” himbau DR.Emad kepada para jemaah.

 

 

Hadir pula dalam shalat Ghaib tersebut, pendiri NPC, Bapak Abdillah Onim, yang akrab disapa Bang Onim, yang kini sedang berada di Jalur Gaza,

 

 

Mewakili muslimah Palestina, Huda Ied, seorang guru di Daarul Qur’an cabang Gaza, menyampaikan, “Kami, atas nama Daarul Qur’an cabang Gaza dan mewakili muslimah Palestina menyampaikan duka cita dan berbelasungkawa kepada para korban semoga diampuni dosa dan diterima amal ibadah. Kepada para istri yang ditinggal, kami menyampaikan duka cita.”

Muslimah Palestina lainnya, Madam Rajaa Onim menyampaikan, “Kepada istri dan keluarga yang ditinggal wafat, kami Muslimah Palestina merasakan apa yang kalian rasakan. Kami turut bersedih dan merasa kehilangan. Indonesia dan Palestina sudah seperti suadara kandung yang tak bisa terpisahkan. Di sini kami berkumpul untuk shalat Ghaib dan mendoakan para korban yang gugur semoga ditempatkan di surga oleh Allah SWT, kepada keluarga ditinggal diberi kesabaran dan ketabahan. Yakinlah bahwa mereka yang gugur karena tenggelam pasti dimasukan kedalam surga sebagaimana hadits nabi Muhammad SAW. Kami Muslimah Palestina menyampaikan turut berduka dan berbela sungkawa.”

Sementara itu, satu persatu jemaah menghampiri Bang Onim dengan raut penuh duka.  Mereka menyampaikan belasungkawa atas nama pribadi dan masyarakat Palestina.

 

 

Rakyat Gaza, yang hidup terjajah dan diblokade selama belasan tahun, terisolasi, minim bantuan, krisis obat-obatan dan bahan makanan, masih memiliki hati dan jiwa yang terpaut kepada rakyat Indonesia. Bila musibah menimpa Indonesia, maka rakyat Palestina ikut merasakan duka, begitupun sebaliknya.

(SPNA/ Abdillah Onim)

leave a reply
Posting terakhir