Bentrokan Bersenjata di Perbatasan Tajikistan-Kyrgystan Tewaskan 40 Orang

Konfrontasi warga dan militer di perbatasan Tajikistan-Kyrgystan tewaskan 40 orang. Tiga puluh satu orang meninggal dari pihak Kyrgystan dan 10 orang dari pihak Tajikistan. Sebagian besar korban berasal dari warga sipil.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,01 May 2021,12:01 PM

Bishkek, SPNA - Empat puluh orang dilaporkan meninggal dalam kontak senjata, Rabu (28/04/2021) di perbatasan Tajikistan dan Kyrgystan, dalam konflik perebutan fasilitas air antara kedua negara.

Otoritas Kesehatan Kyrgystan menyebutkan pada Jumat (30/04), bahwa korban yang meninggal dari pihaknya bertambah menjadi 31 orang. Sebagian besar korban berasal dari warga sipil, ditambah 154 korban luka-luka.

Sedangkan Tajikistan, pemerintah belum mengumumkan angka resmi dari korban yang jatuh di pihaknya. Namun dikutip dari laporan media lokal, 10 warga sipil meninggal dan satu tentara penjaga perbatasan. Adapun korban yang luka-luka berjumlah 90 orang.

Sebuah bentrokan bersenjata melibatkan militer dan warga sipil pecah di perbatasan Sughd (Tajikistan) dan Batken (Kyrgistan) pada Rabu (28/04/2021).  Hal itu dipicu sengketa atas  sebuah tempat penampungan air dimana kedua pihak saling mengklaim kepemilikan.

Konfrontasi paling berdarah dalam beberapa tahun terakhir itu bermula ketika warga kedua negara saling melempar batu. Militer penjaga perbatasan kemudian juga ikut melibatkan diri dengan menembakkan senjata tangan dan mortir. Helikopter perang Tajikistan ikut mendatangi tempat kejadian menurut laporan dari pihak Kyrgystan.

Meski demikian, kedua belah pihak telah mengumumkan gencatan senjata pada Jumat (30/04). Tajikistan yang oleh pihak Kyrgystan dituduh telah memasuki wilayahnya secara ilegal, juga dilaporkan telah menarik pasukannya.

(T.HN/S: Arabic.rt.com)

leave a reply
Posting terakhir