Sejumlah Negara Besar Eropa Kecewa Atas Kebijakan Penundaan Pemilu Palestina

Keputusan Pemerintah Palestina untuk menunda pemilihan umum ditanggapi dengan kecewa oleh negara-negara besar Eropa. Namun Palestina berdalih bahwa hal itu merupakan dampak dari ulah Israel yang mempersulit pemungutan suara warga yang tinggal di Yerusalem Timur.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,01 May 2021,12:20 PM

Tepi Barat, SPNA - Sejumlah negara besar Eropa mengungkapkan kekecewaan atas kebijakan penundaan pemilu parlemen Palestina. Prancis, Jerman, Italia dan Spanyol mengatakan pada hari Jumat (30/04/2021) bahwa mereka kecewa dengan "keputusan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk menunda pemilihan parlemen" yang dijadwalkan pada Mei.

Dalam pernyataan bersama, keempat negara meminta "Otoritas Palestina untuk menetapkan tanggal baru untuk pemilihan secepat mungkin ... Kami meminta Israel untuk memfasilitasi penyelenggaraan pemilihan umum semacam itu di semua wilayah Palestina, termasuk Yerusalem Timur, sesuai dengan perjanjian sebelumnya. "

Komisaris Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Josep Borrell, meminta Israel untuk "mempermudah menyelenggarakan pemilihan umum di semua wilayah Palestina, termasuk Yerusalem Timur."

Patut dicatat bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan, Kamis (29/04), penundaan pemilihan legislatif Palestina, menuduh pemerintah Israel berusaha mempersulit proses pemungutan suara di Yerusalem Timur.

(T.HN/S: Arabic.rt.com)

leave a reply