Serangan Hari Sabtu Suci, Organisasi Perlindungan Al-Quds: Ini Tindakan Ekstrim dan Rasis

Dalam pernyataannya, komisi tersebut meminta komunitas internasional untuk segera turun tangan dalam upaya mengekang otoritas penjajah Israel dan mengakhiri apa yang mereka lakukan terhadap rakyat Palestina baik yang beragama Kristen maupun Islam.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,02 May 2021,10:58 AM

Yerussalem, SPNA - Organisasi Islam-Kristen Sektor Perlindungan Yerusalem dan Tanah Suci mengklaim serangan polisi Israel terhadap warga Kristen pada Sabtu (01/05), termasuk para biarawan di gang-gang menuju Gereja Makam Suci di Yerusalem untuk merayakan Sabtu Suci merupakan tindakan ekstremisme dan rasis.

Sekretaris Jenderal Komisi, Hanna Issa, menguatkan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam (01/05) bahwa serangan dan penangkapan yang dilakukan oleh polisi Israel terhadap mereka yang merayakan Sabtu Suci di Al-Quds, terbukanya banyak pos pemeriksaan di sekitaran kota dan penghalang akses warga Kristen ke gereja untuk berdoa adalah bagian dari skema penjajahan untuk menghakimi Kota Suci dan membatasinya hanya teruntuk orang Yahudi.

Dia menambahkan: "Apa yang telah dilakukan pasukan penjajah hari ini dalam hal penyerangan, pemukulan dan penganiayaan di sekitar Gereja Makam Suci adalah apa yang mereka lakukan setiap hari di Gerbang Damaskus dan di gerbang Masjid Al-Aqsa terhadap para jamaah selama hari-hari di bulan suci Ramadhan. Begitu juga yang melakukan ritual keagamaan di Palestina baik di masjid maupun gereja.

Dalam pernyataannya, komisi tersebut meminta komunitas internasional untuk segera turun tangan dalam upaya mengekang otoritas penjajah Israel dan mengakhiri apa yang mereka lakukan terhadap rakyat Palestina baik yang beragama Kristen maupun Islam.

(T.NA/S: Paltoday News)

leave a reply