Media Palestina: Sejauh Mana Keseriusan Israel Memagang Janji Gencatan Senjata?

Gencatan senjata yang berhasil terwujud antara Pejuang Palestina dan Militer Israel bukanlah tanda bahwa perang telah berakhir. Gerak-gerik Israel pasca gencatan justru membuat sejumlah pihak bertanya, seberapa serius Israel dalam memegang janjinya?

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,06 Jun 2021,10:20 PM

Tepi Barat, SPNA - Gencatan senjata antara Israel dengan Pejuang Palestina di Gaza saat ini telah memasuki pekan ke tiga. Namun demikian kesepakatan letak senjata tersebut nampaknya belum sepenuhnya kuat.

Sejumlah pihak mulai mempertanyakan sampai kapan kesepakatan damai yang ditengahi oleh Mesir pada tanggal 21 Mei bulan lalu itu akan bertahan?

Keraguan itu muncul bukan tanpa sebab. Penolakan Militer Israel untuk menarik diri dari Masjid Al-Aqsa, serta eskalasi yang masih berlangsung di Distrik Syaikh Jarrah dan Silwan di Yerusalem, membuat semua pihak meragukan bahwa perjanjian itu akan berumur panjang.

Belum lagi, Jumat subuh waktu Palestina, dua hari lalu, drone Israel terlihat melakukan patroli di langit Gaza.

Meski demikian, seorang penulis dan analis bidang kemiliteran untuk sejumlah media Palestina dan negara Arab, Rami Abu Zubaidah, memprediksi bahwa tekanan dari negara Eropa dan negara internasional lainnya, telah membuat Israel tidak mempunyai pilihan lain selain menerima gencatan senjata. Paling tidak dalam waktu terdekat.

Masihnya terpelihara gencatan senjata antara pejuang Palestina dan militer Israel sampai saat ini, menurut Rami dipengaruhi oleh beberapa sebab.

Yang paling menonjol adalah krisis internal yang sedang berlangsung di tubuh Israel. Terutama krisis ekonomi akibat pandemi, dan krisis politik dimana partai-partai Israel sedang bersaing ketat untuk menguasai pemerintahan.

Tapi, Netanyahu yang kebingungan menghadapi berbagai masalah lokal, ekonomi, politik, kasus korupsi dan keamanan tentunya, disebutkan tidak menutup kemungkinan akan melakukan kebijakan-kebijakan yang dapat merusak perjanjian gencatan senjata.

Lalu Bagaimana Jika Israel Melanggar Gencatan Senjatanya?

Rami yang merupakan pemegang gelar master di jurusan manajeman perang mengatakan bahwa pejuang Palestina di Gaza saat ini memiliki kekuatan roket yang mampu menjangkau ke Ibu Kota Israel, Tel Aviv. Peluru kendali milik Gaza bahkan diklaim mampu mencapai ke setiap jengkal wilayah Israel.

Seolah ia mengatakan, pejuang Palestina masih sangat siap untuk meladeni gempuran Israel jika itu memang harus terjadi.

Menurutnya, pejuang Palestina dalam eskali dengan militer Israel terakhir belum menunjukkan kekuatannya yang sebenanrya.

"Masih sangat hati-hati, namun mereka bisa melakukan sesuatu yang tidak bernah di lihat Israel sebelumnya," ucap Rami.

(T.HN/S: Qudspress.com)

leave a reply
Posting terakhir