Israel Ancam Warga Palestina untuk Menghilangkan Pagar di Sekitar Tanahnya di Lembah Jordan

Pada tahun 2016, para pemukim Israel mendirikan pos terdepan pemukiman di Al-Hamma, dan mulai mengancam penduduk Palestina di daerah sekitarnya, dengan merebut area luas tanah penggembalaan yang dimanfaatkan penduduk Palestina untuk menggembalakan ternak mereka.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,11 Jul 2021,02:10 PM

Tel Aviv, SPNA - Otoritas pendudukan Israel, pada Sabtu (10/07/2021), memberi tahu penduduk Al-Hama di Lembah Yordan Utara, Palestina, untuk melepaskan pagar di sekitar tanahnya di kawasan tersebut.

Sebagaimana dilansir dari Palestina Today, pasukan pendudukan Israel menyerbu tenda-tenda keluarga Fiqha dari Al-Hama, dan secara lisan memberi tahu mereka untuk menghilangkan pagar yang ada di sekitar area 6 donum atau 0,6 hektare dalam waktu enam jam.

Tanah tersebut merupakah merupakan lahan pertaniah milik warga Mahyub Rafi, warga Al-Hama, yang saat ini dijadikan lahan pertanian zaitun.

Ini adalah kedua kalinya pendudukan memberi tahu keluarga Fiqha untuk mencopot pagar.

Pada tahun 2016, para pemukim Israel mendirikan pos terdepan pemukiman di Al-Hamma, dan mulai mengancam penduduk Palestina di daerah sekitarnya, dengan merebut area luas tanah penggembalaan yang dimanfaatkan penduduk Palestina untuk menggembalakan ternak mereka.

Pasukan pendudukan dan pemukim Israel berusaha untuk memaksakan “Kebijakan Pengasingan” terhadap petani Palestina dengan mencegah mereka mengakses tanah demi menghindari penyitaan mesin atau mengenakan denda jika mereka melanggar. Hal ini menyebabkan petani Palestina di kawasan itu pada dua pilihan, memilih meninggalkan tanah mereka atau memilih pendudukan Israel dengan cara kejam seperti itu.

Penguasa Israel juga sengaja menimbulkan kerugian materil bagi para petani Palestina yang mempertahankan tanah mereka, dengan menargetkan traktor pertanian pendudukan, yang merupakan urat nadi para petani.

Pendudukan dan para pemukim Israel tidak meninggalkan solusi atau kesempatan bagi penduduk Palestina untuk mencari nafkah, tanpa melawan. Pendudukan Israel merobohkan pohon, menghancurkan tanaman, menyita padang rumput hijau, dan menghancurkan lumbung pangan penduduk.

 

Selain itu, pendudukan Israel juga menggali sumur artesis yang dalam, yang mengakibatkan peningkatan kadar garam air minum segar dan air irigasi, yang telah menjadi salah satu masalah terpenting di kawasan tersebut.

Lembah Yordan Palestina telah menjadi sasaran serangan sengit dan sistematis sejak Israel menganeksasinya pada tahun 1967. Pasukan pendudukan dan pemukim Israel tersebar di lebih dari 21 kawasan pemukiman dan berbagai pos penjagaan di sepanjang Lembah Yordan Palestina. Penduduk Palestina hampir setiap hari berhadapan dengan gangguan, ancaman, penghancuran lahan pertanian, perampasan tahan, hingga pengusiran yang kerap dilakukan pasukan dan pemukim Israel.

Para pemukim Israel merebut daerah pertanian paling subur di bawah tekanan senjata dan perintah tentara pendudukan, dengan dalih kawasan tersebut ditutup dan dikuasai militer.

(T.FJ/S: Palinfo, Palestina Today)

leave a reply