Menabung Selama 16 Tahun, Lansia Ini Patah Hati Tidak Bisa Berangkat ke Tanah Suci

Pembatan haji tahun ini tidak diragukan lagi membuat jutaan warga muslim dunia "kecewa." Tidak terkecuali mereka yang berada di ujung usia dan ingin menutup kisah kehidupannya dengan mengunjungi "Rumah Allah."

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,17 Jul 2021,10:23 AM

Kairo, SPNA - Otoritas Arab Saudi telah mengumumkan bahwa pelaksanaan haji tahun ini hanya diizinkan untuk sebagian warganya dengan menerapkan protokol kesehatan, sama seperti tahun lalu. Hal ini menyebabkan dua jutaan warga muslim dunia putus asa, terutama mereka dari golongan lanjut usia (lansia).

Mereka yang dapat mendaftarkan diri menjadi jemaah haji tahun ini disyaratkan harus berumur di antara 18 sampai 65 tahun. Serta tidak memiliki riwayat penyakit kronis.

Seorang lansia dari warga Mesir, Samiyah Ahmad (68 tahun), mengatakan, "Setelah mengumpulkan uang selama 16 tahun, saya kemudian menyetorkannya kepada sebuah perusahaan travel dan mempersiapkan segala keperluan haji. Tapi kemudian saya shok, dan menangis beberapa hari setelah mendengar peraturan pembatasan haji."

"Saya bercita-cita menutup hidup saya dengan ibadah haji, Sata tidak tahu apakah tahun depan masih hidup atau tidak." Curhatnya.

Seorang pensiunan pegawai negeri lainnya, juga dari warga Mesir, Aminah Jakfar, menceritakan ia sudah menabung sejak 30 tahun untuk melakukan perjalanan "berjumpa dengan Allah" atau berhaji.

Berbeda dengan Samiyah, Aminah malah takut uang simpanannya itu terpakai untuk keperluan sehari-hari.

Meski demikian, Aminah belum putus asa. Ia mengatakan akan segera mencari akses untuk mendapatkan vaksin corona, agar ia benar-benar siap untuk berangkat haji tahun depan.

Total warga muslim yang dapat melakukan ibadah haji pada tahun 2019 lalu hanya berjumlah 10 ribu warga lokal Saudi. Berbanding 2,5 juta jemaah dari berbagai negara dunia pada tahun 2019. Sedangkan tahun ini, jumlah jemaah berkisar pada angka 60 ribu warga Saudi yang telah mendapatkan vaksin.

(T.HN/S: Arabic.rt.com)

leave a reply
Posting terakhir

Konvoi Bantuan Medis Al-Azhar Mesir Berangkat ke Jalur Gaza

“Konvoi bantuan ini mencakup empat truk pengangkut yang sarat dengan berbagai persediaan medis antara lain seperti benang bedah dan alat bedah umum, termasuk slide dan sekrup yang digunakan dalam operasi ortopedi. Selain itu, Al-Azhar juga menyediakan pakaian medis, alat sterilisasi, perangkat vena dan perlengkapan bedah tulang,” jelas Mahmoud Siddiq, Wakil Presiden Universitas Al-Azhar, sekaligus pengawas umum konvoi medis Al-Azhar.