Abaikan Ketegangan, Bennett Tetap Arahkan Kunjungan Yahudi ke Kompleks Al-Aqsha

Sebuah pernyataan pemerintah yang dikeluarkan setelah penilaian situasi yang dilakukan Bennett, bersama Menteri Keamanan Dalam Negeri dan Komisaris Jenderal Polisi, menyatakan bahwa perdana menteri  telah menginstruksikan kelanjutan kunjungan Yahudi ke Bukit Bait Suci secara teratur.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,19 Jul 2021,11:16 AM

Tel Aviv, SPNA - Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, pada Minggu (18/07/2021), menginstruksikan kelanjutkan aksi kunjungan orang Yahudi ke Jabal Haikal atau Bukit Bait Suci secara teratur. Hal ini diungkapkan Bennett setelah lebih dari seribu orang Yahudi menyerbu Masjid Al-Aqsa pada Minggu pagi.

Sebuah pernyataan pemerintah yang dikeluarkan setelah penilaian situasi yang dilakukan Bennett, bersama Menteri Keamanan Dalam Negeri dan Komisaris Jenderal Polisi, menyatakan bahwa perdana menteri  telah menginstruksikan kelanjutan kunjungan Yahudi ke Bukit Bait Suci secara teratur.

Polisi pendudukan Israel telah memperkuat posisi mereka di kawasan alun-alun Tembok Barat, Al-Haram Al-Sharif dan gang-gang Kota Tua, akibat konfrontasi yang terjadi dengan penduduk Palestina yang tidak terima sikap pihak kepolisian dan pemukim Israel melakukan pelecehan terhadap kompleks Masjid Al-Aqsha.

Bentrokan terjadi terjadi setelah para pemukim menyerbu Masjid Al-Aqsha melalui Gerbang Mughrabi dalam kelompok besar dan melakukan tur provokatif ke halaman masjid dan melakukan ritual Talmud di depan Kubah Shakhrah. Departemen Wakaf Yerusalem memperkirakan jumlah pemukim Yahudi yang menerobos Al-Asha sejak pagi hingga pukul sebelas siang berjumlah sekitar 1.210.

Sebelumnya, polisi Israel menyerbu halaman Masjid Al-Aqsha dan menyerang para pemuda yang ditempatkan di dalamnya, termasuk wanita, merusak ruang salat Masjid Qibli, dan menangkap sejumlah penduduk Palestina.

Kementerian Luar Negeri Palestina meminta masyarakat internasional untuk mengambil sikap tegas untuk menghentikan agresi berkelanjutan Israel terhadap Masjid Al-Aqsha.

Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, berterima kasih kepada polisi Israel karena menjaga dan memfasilitasi acara “Bukit Bait Suci” dan melestarikan hak orang Yahudi untuk berdoa di tempat tersebut.

Anggota Knesset Arab, Ahmed Tibi, mengatakan bahwa pernyataan Naftali Bennett, yang menyebut untuk pertama kalinya ungkapan kebebasan beribadah bagi orang Yahudi di Bukit Bait Suci (Masjid Al-Aqsa) adalah kemunduran serius.

Perwakilan Uni Eropa di Palestina menyatakan keprihatinan terkait ketegangan yang terus berlanjut di sekitar Masjid Al-Aqsa. Uni Eropa menyerukan Israel, dalam sebuah pernyataan pers untuk menghindari tindakan hasutan dan menghormati status quo Masjid Al-Aqsha.

(T.FJ/S: RT Arabic, Palinfo)

leave a reply