Yaysan Al-Quds International: Israel Bermaksud Legalkan Salat Yahudi di Al-Aqsha

Menurut Yayasan Al-Quds Internasional, Bennett merupakan salah satu pendukung utama “Organisasi Bait Suci Yahudi” yang menunggu Bennett mengeluarkan keputusan dan kebijakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dalam hal memaksakan kedaulatan penuh Israel terhadap Masjid Al-Aqsha dan mengizinkan orang Yahudi untuk melakukan ritual salat di dalam kompleks masjid.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,21 Jul 2021,05:47 AM

Yerusalem, SPNA - Yayasan Al-Quds Internasional, pada Senin (19/07/2021), mengatakan bahwa kejahatan serbuan ke kompleks Masjid Al-Aqsha, yang dilakukan oleh pendudukan Israel dan pemukim ekstremis Yahudi, adalah pesan pertama yang dikirim oleh pemerintah Naftali Bennett terkait visinya menangani persoalan Masjid Al-Aqsha.

Menurut Yayasan Al-Quds Internasional, Bennett merupakan salah satu pendukung utama “Organisasi Bait Suci Yahudi”.

“Mereka menunggu pemerintahan Bennett mengeluarkan keputusan dan kebijakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dalam hal ini memaksakan kedaulatan penuh Israel terhadap Masjid Al-Aqsha dan mengizinkan orang Yahudi untuk melakukan ritual salat di dalam kompleks masjid,” sebut Al-Quds Internasional sebagaimana diberitakan Palinfo.

Al-Quds International menuntut Palestina, komunitas Arab, dan muslim untuk melakukan persiapan penuh menghadapi salah satu pemerintahan paling ekstrim dan dekat dengan Organisasi Bait Suci Yahudi.

Al-Quds International turut menghargai upaya penduduk Yerusalem dan Palestina yang mampu menjaga Masjid Al-Aqsha dan berkontribusi mengusir pemukim ekstrimis Yahudi dan polisi Zionis. Yayasan ini menyatakan bahwa ikatan emosi penduduk dengan Masjid Al-Aqsha merupakan hal penting yang dapat menyatukan bangsa Palestina.

Al-Quds International mengaitkan keberanian pendudukan Palestina dalam membela Al-Aqsha dengan melemahnya sikap resmi negara Arab dan Islam. Yayasan ini menyinggung keterlibatan sejumlah rezim Arab yang menjalin hubungan diplomatik baru dengan pemerintahan Israel di bawah Naftali Bennett yang terjadi baru-baru ini.

“Sikap resmi Yordania dan Departemen Wakaf Islam di Yerusalem yang mengawasi urusan Al-Aqsha, sama sekali tidak dapat diterima, karena tidak sampai ke derajat serius terkait pelecehan terhadap Al-Aqsha,” sebut Al-Quds International.

Al-Quds International menyerukan faksi, kekuatan, dan rakyat Palestina untuk menyadari kebijakan berbahaya pemerintah Naftali Bennett dan tidak membiarkan Al-Aqsha menjadi sisi terlemah yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintahan ekstrimis ini.

Sehari sebelumnya, lebih dari 1.500 pemukim menyerbu Masjid Al-Aqsa atas undangan kelompok ekstremis Yahudi, untuk mengenang “Penghancuran Bait Suci”.

Tentara pendudukan Israel menutup pintu ruang shalat Masjid Al-Qibli, mengepung jamaah di dalamnya, menangkap para jamaah, dan menembakkan tabung gas air mata ke arah mereka yang berada di dalam masjid.

Pasukan pendudukan Israel secara paksa memindahkan jamaah dari Masjid Al-Aqsha, mengusir mereka di luar Bab Hutta, memberlakukan tindakan keamanan yang ketat di gerbang Masjid Al-Aqsha dan pintu masuk ke Kota Tua. Pasukan pendudukan Israel juga memotong kabel pengeras suara di dalam Masjid Al-Aqsha. Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi kepentingan kaum ekstremis Yahudi dan menjaga bentrokan dengan penduduk Palestina di kawasan Al-Aqsha.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir