Israel Tembak Mati Anak Palestina Berumur 12 Tahun di Tepi Barat

​​​​​​​Yerusalem, SPNA - Para pejabat Palestina, mengatakan bahwa pasukan Israel telah membunuh seorang anak Palestina berusia 12 tahun yang sedang mengendarai mobil bersama ayahnya di kota...

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,29 Jul 2021,10:58 AM

Yerusalem, SPNA - Para pejabat Palestina, mengatakan bahwa pasukan Israel telah membunuh seorang anak Palestina berusia 12 tahun yang sedang mengendarai mobil bersama ayahnya di kota Beit Omar, barat laut Hebron, Tepi Barat yang diduduki pada Rabu (28/07/2021).

Tentara Israel mengkonfirmasi bahwa salah satu tentaranya menembaki ban mobil setelah menyimpulkan bahwa mobil tersebut telah terlibat dalam aktivitas mencurigakan sebelumnya.

Penduduk Palestina mempertanyakan cerita yang disampaikan tentara Israel. Mohammed al-Alami (12 tahun), meninggal di kota Beit Omar.

“Kami sedang menyelidiki tuduhan bahwa seorang anak laki-laki Palestina tewas akibat penembakan tersebut. Perwira senior sedang meninjau insiden itu,” tambah sumber dari pasukan pendudukan Israel.

Sedangkan Nasri Sabarneh, walikota Beit Omar, mengatakan bahwa sang ayah sedang mengemudi dengan putra dan putrinya ketika Mohammed memintanya untuk berhenti di sebuah toko untuk membeli sesuatu. Sang ayah memutar balik, dan pasukan Israel yang berada di dekat mereka berteriak untuk berhenti. Seorang tentara kemudian melepaskan tembakan ke arah kendaraan itu, menembak mati Mohammed al-Alami di bagian dada.

Sabarneh mengatakan dirinya mengenal keluarga yang tinggal di kota tersebut, dan telah berbicara dengan ayahnya. Ayah dan putrinya tidak terluka.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa anak tersebut meninggal akibat luka kritis di bagian dada, yang ditembak oleh pendudukan pada hari Rabu di kota Beit Ummar, utara Hebron.

Sumber tentara Israel mengatakan bahwa pasukan di lokasi kejadian melihat dua pria mendekati daerah tersebut dengan mobil, lalu sesaat kemudian keluar dari mobil dan menggali sesuatu tanah sebelum meninggalkan tempat.

Sebelumnya, pada hari Sabtu seorang warga Palestina berusia 17 tahun meninggal karena luka yang dia terima sehari sebelumnya. Mohammed Munir al-Tamimi, yang menderita luka tembak, meninggal di rumah sakit, kata kementerian kesehatan Palestina, sehari setelah kekerasan di desa Beita, Palestina.

(T.FJ/S: Palinfo, Aljazeera)

leave a reply
Posting terakhir