Iran Terima Seratus Ribu Dosis Vaksin Corona dari Rusia untuk Gelombang ke Sepuluh

Rusia terus mengirimkan vaksin Corona produksinya ke Iran dalam jumlah yang cukup besar. Kedutaan Besar Iran di Moskow baru saja menerima seratus ribu dosis vaksin Sputnik V yang akan dibawa pulang ke Tehran.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,29 Jul 2021,02:53 PM

Tehran, SPNA - Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Moskow, Rabu (28/07/2021), melakukan serah terima seratus ribu dosis vaksin dari jenis Spuntik V dari Rusia. Penangkal virus Corona tersebut dilaporkan akan dikirimkan ke Tehran dengan menggunakan pesawat dari perusahaan Aseman, pada hari ini (Kamis, 29/07).

Ini merupakan pengiriman Rusian yang ke sepuluh ke Iran. Total vaksin Sputnik V yang telah diterima Tehran sampai saat ini berjumlah lebih dari satu juta dosis.

Hal itu merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara kedua negara yang ditandatangani pada bulan Februari awal tahun ini. Rusia berjanji akan mengkapalkan sebanyak dua juta dosis ke negara para mullah tersebut.

Kedua pihak juga baru saja menandatangai kerjasama lainnya terkait 60 juta dosis vaksin yang akan digunakan untuk melindungi sebanyak 30 juta warga Iran dari virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina itu.

Meski demikian, beberapa waktu lalu, Menteri Kesehatan Iran, Saeed Namaki, justru memuji vaksin yang diproduksi secara pribadi Iran bekerja sama dengan Kuba.

Dikutip dari sebuah media Iran, IRNA, Minggu (25/07) lalu, Saeed mengatakan bahwa vaksin hasil kolaborasi Iran-Kuba akan menjadi penawar yang paling ampuh untuk melawan Corona, di level internasional.

(T.HN/S: Arabic.sputniknews.com)

leave a reply
Posting terakhir

Gaza Terima Vaksin Corona Gelombang Pertama

Vaksin Corona yang dikirim oleh Pemerintah Palestina di Tepi Barat, tiba  hari ini di Gaza. Kiriman yang merupakan gelombang pertama tersebut berisikan 2.000 dosis vaksin dari jenis Sputnik.

Israel Tawarkan Dosis Ketiga Vaksin Covid-19

Suntikan ketiga vaksin Pfizer ini akan diberikan kepada orang dewasa dengan tubuh rentan dan sistem imum yang lemah. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa dosis ketiga diberikan delapan minggu setelah dosis kedua. Kementerian Kesehatan masih mempertimbangkan untuk memberikan dosis tambahan ini bagi masyarakat umum