Pemukim Israel Memutuskan Jaringan Telepon Penduduk Palestina di Nablus

Serangan pemukim Israel di desa dilakukan dengan cara membakar tanaman pertanian, mereka juga mencoba membakar rumah, sekolah, dan masjid. Para pemukim Israel juga menghancurkan pohon zaitun dan merusak mobil penduduk Palestina.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,31 Jul 2021,01:15 PM

Yerusalem, SPNA - Sekelompok pemukim Israel, pada Jumat (30/07/2021), memotong sejumlah tiang telepon yang menghubungkan jaringan komunikasi ke sebuah rumah di wilayah timur desa Burin, selatan Nablus, di utara Tepi Barat yang diduduki.

Sejumlah sumber lokal melaporkan bahwa pemukim Israel dari Yitzhar menghancurkan sekitar 6 tiang saluran telepon yang menuju ke rumah Ayman Atallah Soufan, yang terletak di pinggiran desa Burin.

Sebagaimana dilansir dari Palinfo, rumah Soufan merupakan satu-satunya rumah di daerah tersebut yang memisahkan desa Burin dan jalan pemukiman Yitzhar.

Wilayah timur Burin mencatat serangan berulang yang dilakukan pemukim Israel, di mana puluhan dari pemukim Israel menyerang pinggiran timur desa beberapa hari yang lalu.

Para pemukim Israel juga melakukan penyerangan ke rumah keluarga Soufan dan menghancurkan 20 pohon zaitun di sekitarnya.

Burin dan berbagai desa lain di selatan Nablus, menjadi sasaran serangan terus menerus yang dilakukan pasukan pendudukan dan pemukim Israel yang tinggal di pemukiman Bracha dan Yitzhar, pemukiman yang dibangun di atas tanah desa Palestina.

Serangan pemukim Israel di desa dilakukan dengan cara membakar tanaman pertanian, mereka juga mencoba membakar rumah, sekolah, dan masjid. Para pemukim Israel juga menghancurkan pohon zaitun dan merusak mobil penduduk Palestina.

Serangan paling kejam terhadap warga sipil di desa Nablus berasal dari Yitzhar. Para pemukim tersebut membentuk kelompok “Pemuda Puncak Bukit”, sekelompok pemukim Israel yang melakukan beberapa kejahatan, termasuk pembakaran keluarga Dawabsheh, pembunuhan terhadap Aisha al-Rabi, pembakaran masjid, dan kendaraan.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply