Asap Pekat Akibat Kebakaran Hutan di Lebanon dan Turki Selimuti Langit Yordania

Asap hasil kebakaran yang terjadi di Turki dan Lebanon dilaporkan telah sampai ke Yordania. Langit Yordania disebutkan dipenuhi oleh asap kiriman tersebut.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,31 Jul 2021,01:36 PM

Amman, SPNA - Satelit cuaca Arab menangkap sejumlah foto yang memperlihatkan awan pekat menyelimuti langit Yordania akibat kebakaran yang melanda Turki dan Lebanon, seperti dikutip dari RT Arabic,  Jumat (30/07/2021).

Pemantau cuaca tersebut merekam asap dalam jumlah besar dari kebakaran di wilayah Turki dan Lebanon. Asap  tersebar di sekitar cekungan timur Mediterania, mencapai beberapa wilayah di Yordania melalui lapisan atas atmosfer, dan dapat dilihat dengan mata telanjang dengan melihat langit di ufuk barat.

Alasan di balik kebakaran tersebut adalah peningkatan suhu musin kemarau yang signifikan, pengeringan tumbuh-tumbuhan, dan angin aktif yang membantu api meluas dengan sangat cepat. Hampir semua wilayah di selatan Eropa saat ini sedang terkena gelombang panas yang kuat.

Dalam konteks terkait, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan pengendalian sebagian besar kebakaran hutan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Erdogan mengatakan dalam pernyataan setelah salat Jumat di Istanbul: "Tujuh puluh satu kebakaran hutan terjadi antara 28-30 Juli, 57 titik berhasil dikendalikan, dan para petugas akan terus bekerja keras untuk mengendalikan sisanya."

Ia juga menyebutkan bahwa Turki telah mengerahkan sebanyak 45 helikopter pemadam untuk menjinakkan si jago merah.

Di samping itu penyilidikan terkait penyebab kebakaran juga masih berlangsung karena adanya kemungkinan bahwa kebakaran tersebut merupakan ulah kesengajaan sebagain pihak.

"Kami terus memantau situasi sejumlah daerah di Turki dengan drone kami, dan kami bekerja untuk memadamkan api di 1.140 titik."

Erdogan mengindikasikan bahwa pemerintahnya akan bekerja untuk memberikan kompensasi kepada semua warga yang terkena dampak kebakaran.

Sedangkan di Lebanon, Kebakaran pertama kali terjadi pada hari Rabu (28/07/2021) di Provinsi Akkar, kemudian merayap sampai ke wilayah perbatasan Suriah. 

Menurut laporan media resmi Lebanon, sampai Kamis, api telah melahap lahan seluas 11 kilometer. Menteri Pertanian, Abbas Murtadha, mengatakan bahwa apa yang sedang terjadi "sangat mengerikan."

"Kebakaran (yang terjadi) sangat besar, dan telah menghabiskan lahan yang cukup luas, serta mengancam permukiman warga," ucapnya.

(T.HN/S: RT Arabic)

leave a reply