Israel Tahan 1000 Mobil Pedagang Gaza di Pelabuhan

Al-Nakhala menunjukkan bahwa pedagang Gaza dipaksa untuk membayar biaya parkir kendaraan tersebut di pelabuhan Israel. Hal ini akan menimbulkan kerugian besar cukup besar bagi Asosiasi Importir dan ekonomi Jalur Gaza.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,01 Aug 2021,01:14 PM

Jalur Gaza, SPNA - Kepala Asosiasi Importir Kendaraan Jalur Gaza, Ismael Al-Nakhala, pada Sabtu (31/07/2021), mengatakan bahwa Otortitas Israel menahan 1.000 unit mobil yang diperuntukkan bagi dealer Gaza dengan nilai diperkirakan mencapai 40 juta dolar.

“Ada lebih dari seribu mobil disita di pelabuhan Israel yang dibeli oleh pedagang Gaza. tapi pendudukan menolak untuk membawa mereka ke Jalur Gaza,” kata Al-Nakhala sebagaimana dilansir dari Palifo.

Ia menunjukkan bahwa dealer membeli mobil dengan harapan pendudukan Israel membuka jalur  penyeberangan dan dapat membawa mobil masuk Jalur Gaza dengan cepat. Ia memperkirakan bahwa harga mobil yang disita sebesar 40 juta dolar.

Al-Nakhala menunjukkan bahwa pedagang Gaza dipaksa untuk membayar biaya parkir kendaraan tersebut di pelabuhan Israel. Hal ini akan menimbulkan kerugian besar cukup besar bagi Asosiasi Importir dan ekonomi Jalur Gaza.

Israel telah memberlakukan blokade Jalur Gaza sejak tahun 2007 setelah Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) di Jalur Gaza menang dalam pemilihan yang dilakukan Otoritas Palestina dan sebagai akibat dari konflik Israel-Palestina.

Israel mengatakan blokade diperlukan untuk mencegah Hamas mendapatkan sumber daya militer, sementara para kritikus melihat blokade sebagai hukuman kolektif bagi dua juta penduduk di kawanan Jalur Gaza tersebut.

Aksi blokade atau pengepungan wilayah yang dilakukan Israel terhadap Jalur Gaza telah mengabaikan prinsip pembedaan, kombatan, dan penduduk sipil. Dengan alasan apapun, tindakan blokade Israel pada hakikatnya telah melanggar hukum internasional.

(T.FJ/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir